Kenali 7 Gejala Tipes Berikut Ini Sebelum Terlambat

Tifus atau tipes yang dalam dunia medis dikenal sebagai demam thypoid adalah penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri pada saluran pencernaan. Tipes biasanya lebih banyak menyerang anak – anak dibanding orang dewasa, karena sistem kekebalan anak – anak lebih rentan terhadap infeksi bakteri. Demam tipes biasanya banyak terjadi saat perubahan musim dan cuaca.

Tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi, dimana penyakit ini menular melalui makanan dan air. Lingkungan yang kotor biasanya dikaitkan dengan timbulnya penyakit ini, karena bakteri tipes hidup pada lingkungan yang kotor dan kumuh, serta pada makanan dan air yang tidak bersih.

Bakteri penyebab tipes, Salmonella thypi ditularkan melalui 5F atau food (makanan), fingers (jari), fly (lalat), fomitus (muntah) dan feses (tinja). Bakteri ini dapat hidup dengan baik di dalam tubuh manusia dan akan mati jika suhu lingkungan mencapai 70 derajat celcius. Kasus yang paling sering terjadi adalah demam tipes yang disebabkan bakteri yang masuk melalui mulut atau makanan. Tipes memang bukan penyakit yang berbahaya akan tetapi bisa sangat mengganggu aktifitas kita sehari – hari.

Indonesia adalah salah satu negara yang paling banyak terjangkit demam tipes, dikarenakan Indonesia sering terjadi pergantian musim atau pancaroba yang merupakan salah satu faktor penyebab perkembangbiakan bakteri Salmonella thypi. Sekitar 800 – 100.000 kasus demam tipes terjadi setiap tahun di Indonesia. Anak – anak usia diatas 1 tahun adalah yang paling beresiko menderita tipes, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bagi orang dewasa terjangkit penyakit ini.

Untuk memastikan penderita mengalami tipes atau penyakit yang lain biasanya dilakukan uji widal. Uji widal adalah uji klinis yang digunakan untuk memastikan keberadaan bakteri Salmonella thypi dalam serum darah. Namun saat ini, tes widal dianggap kurang efektif untuk memastikan diagnosa pasien tipes. Pemeriksaan dengan cara Typhidot ataupun Tubex dipercaya lebih akurat, akan tetapi tes ini belum banyak tersedia pada fasilitas laboratorim di Indonesia.

Patofisiologi tipes

Bakteri yang masuk melalui mulut selanjutnya akan menuju dinding usus malalui aliran darah. Setelah bakteri sampai di dinding usus halus, bakteri akan berkembang biak atau disebut dengan bakterimia yang selanjutnya dapat menimbulkan tukak dan iritasi pada mukosa usus.

Menanggapi hal tersebut, sistem kekebalan tubuh akan menyerang kumpulan kuman tersebut dengan melepaskan sel kekebalan tubuh termasuk sel retikulo endotelial. Sistem kekebalan tubuh ini akan mengembalikan keadaan normal tubuh dan melenyapkan penyakit dengan berjalannya waktu, sehingga tipes juga dikenal sebagai self-limiting disease. Berikut adalah diagram yang menjelaskan bagaimana seseorang bisa terinfeksi tipes :

Patofisiologi tipes

Makanan yang terinfeksi bakteri Salmonella masuk kedalam saluran pencernaan tubuh seseorang melalui mulut. Bakteri yang masuk ke lambung akan dibunuh oleh asam lambung, jika ada bakteri yang lolos dan berhasil masuk ke sistem peredaran darah, maka orang tersebut akan terjangkit penyakit tipes.

Faktor penyebab tipes

Penyebab dan gejala tipes

Faktor utama penyebab penyakit tipes adalah pola makan yang tidak higienis dan lingkungan yang kotor. Berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor yang dapat menyebabkan seseorang dapat terinfeksi bakteri dan terjangkit tipes.

1. Minum air mentah

jangan minum air mentah
Gambar dari www.webgardha.com

Bakteri Salmonella dapat hidup di air dan mencemari perairan sehingga meminum air yang tidak dimasak sebelumnya dapat membahayakan kesehatan dan menyebabkan penyakit tipes.

2. Cara masak yang tidak higienis

Makanan yang tercemar bakteri Salmonella biasanya tidak dimasak dengan benar. Sebelum dikonsumsi, bahan makanan harus dicuci dan dimasak dengan alat masak yang bersih. Jika tidak, bakteri akan tetap hidup dalam makanan tersebut. Makanan juga dapat terpapar bakteri jika disentuh tangan yang kotor.

3. Air yang tercemar

polusi air merupakan penyebab tipes
Gambar dari www.emaze.com

Air yang tercemar adalah sumber penyakit, karena kuman dan bakteri termasuk bakteri Salmonalla dapat hidup di air yang kotor. Menghidari konsumsi air yang tercemar dapat menjauhkan kita dari penyakit tipes.

4. Sanitasi yang yang tidak benar

Sanitasi merupakan segala upaya yang dilakukan seseorang guna mencegah dirinya bersentuhan langsung dengan kotoran atau bahan-bahan berbahaya lainnya dengan harapan apa yang dia lakukan tersebut dapat mewujudkan kondisi lingkungan yang sehat dan bersih.

Jika sanitasi yang dilakukan tidak benar, yang terjadi bukan kondisi lingkungan yang sehat dan bersih, akan tetapi kondisi lingkungan yang kotor dan kumuh. Lingkungan yang semacam inilah yang menjadi tempat hidup lalat, tikus dan kecoa.

Terlebih lagi lalat merupakan perantara utama penyakit tipes, dimana lalat hinggap pada kotoran yang terdapat bakteri Salmonella, kemudian menularkan bakteri tersebut dengan cara hinggap pada suatu makanan.

Gejala- gejala tipes

Meskipun bakteri yang masuk dalam tubuh dapat diserang oleh sistem kekebalan tubuh, terkadang bakteri masih dapat hidup dan melanjutkan perkembangbiakannya. Bakteri tersebut nantinya akan menyebabkan munculnya berbagai gejala.

Berbagai gejala tersebut biasanya akan nampak dalam 10-14 hari setelah bakteri menginfasi tubuh. Berikut adalah gejala – gejala yang timbul akibat demam tipes :

1. Sakit kepala

gejala tipes
Gambar dari mordovia-news.ru

Infeksi bakteri dapat menyebabkan peradangan hebat pada tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh membentuk suatu protein yang disebut histamin. Histamin dapat memicu kontraksi dan penyempitan pembuluh darah di otak, sehingga menyebabkan penderita mengalami sakit kepala hebat.

2. Mual dan muntah

Saat terjadi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi, organ hati yang berfungsi menawarkan racun akan membesar dan mengalami pembengkakan sehingga menekan lambung dan usus.

Kondisi ini menyebabkan penderita mengalami mual bahkan jika disertai dengan kadar asam lambung yang tinggi, penderita akan muntah – muntah dan jika tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal.

3. Hilang nafsu makan

Berbagai gejala yang ditimbulkan seperti mual, muntah dan nyeri perut akan membuat penderita tipes kehilangan selera makan. Pemberian cairan infus dan makanan yang lunak dapat membantu pasien untuk memenuhi nutrisi selama demam tipes berlangsung.

4. Sakit perut

gejala tipes
Gambar dari www.hoy.es

Penderita tipes biasanya akan mengalami nyeri perut yang hebat yang disebabkan oleh splenomegali atau pembesaran limpa serta ulu hati yang disebabkan oleh peradangan akibat infeksi bakteri. Kondisi ini akan bertambah parah jika pasien tidak segera ditangani.

5. Demam

Demam adalah salah satu gejala penyakit yang universal, yang terjadi karena peningkatan suhu sebagai reaksi dari infeksi yang terjadi dalam tubuh. Pada pasien tipes biasanya demam akan terjadi selama 7 – 10 hari terutama pada malam hari.

Demam dapat terjadi karena bakteri yang berkembang biak dalam tubuh memicu sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan sel pirogen yang berpengaruh terhadap termostat atau pengatur suhu tubuh. Sel tersebut akan memicu kenaikan temperatur tubuh dengan maksud untuk mematikan bakteri, sehingga tubuh akan mengalami demam tinggi.

6. Diare

Diare sering menyertai pasien demam tipes, dikarenakan sifat bakteri Salmonella thypi yang menyerang saluran pencernaan cenderung menghambat penyerapan cairan di dalam usus dan menyebabkan tinja menjadi cair.

7. Bintik merah

Sama seperti demam berdarah, pada kulit pasien tipes juga akan timbul bercak atau ruam merah. Hal ini disebabkan karena adanya emboli basil atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat berupa gelembung udara.

Pencegahan dan perawatan penderita tipes.

Berikut ini adalah bagaimana cara mencegah infeksi bakteri Salmonella yang dapat meyebabkan penyakit tipes.
Rutinlah membersihkan dapur, jamban dan bagian rumah lainnya. Jangan biarkan lingkungan rumah anda kotor, karena lingkungan yang kotor adalah tempat berkembang biaknya bakteri tipes.

1. Rutin cuci tangan

mencuci tangan
Gambar dari corfitnessllcblog.wordpress.com

Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum memasak dan makan. Gunakan sabun antiseptik yang dapat membunuh bakteri di tangan. Jangan lupa untuk membersihkan bahan makanan sebelum dimasak.

2. Selalu gunakan air bersih

Gunakan hanya air bersih untuk memasak, minum dan membersihkan tubuh. Jika terlanjur menderita penyakit tipes, konsumsi air yang cukup (8-9 gelas perhari) dapat mencegah dehidrasi dan mengurangi demam.

3. Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup perlu dilakukan oleh penderita tipes supaya sel-sel yang mati di dalam tubuh dapat melakukan regenerasi. Selain itu, penderita tipes disarankan agar beristirahat total selama 7 hari disaat demam, karena hal tersebut akan membantu penderita untuk pulih lebih cepat.

4. Lakukan vaksinasi

perawatan tipes dengan vaksinasi
Gambar dari www.shutterstock.com

Untuk mencegah penyakit ini, lakukan vaksin tipes atau yang sering dikenal dengan nama Vaksin Tivim. Vaksinasi dianjurkan pada mereka yang akan berpergian, tinggal di daerah yang terjangkit tipes atau tinggal dengan keluarga yang menderita tipes, serta petugas kesehatan yang menangani pasien tipes.

5. Lakukan pengompresan

Jika mengalami demam tinggi, berikan paracetamol dan lakukan pengompresan pada kening dengan air hangat. Mengompres demam dengan air dingin justru akan memperparah demam. Agar penderita merasa lebih nyaman selama demam, dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang tipis dan dapat menyerap keringat.

6. Bawa penderita ke dokter

Kunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut dan pastikan penderita mendapat antibiotik seperti ampisilin dan amoksisilin untuk mengurangi infeksi bakteri.

Jika penderita mengalami gejala yang parah, berikan cairan infus dan makanan yang lunak, bisa berupa bubur saring atau lainnya. Pemberian nutrisi bisa ditingkatkan jika kondisi mulai membaik. Pasien juga harus mengindari makanan yang pedas atau asam.

Demikian penjelasan mengenai gejala tipes beserta cara mencegahnya. Jika anda mendapati gejala – gejala diatas, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan segera. Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati. Menjaga kebersihan lingkungan, makanan dan air adalah salah satu kunci penting yang dapat menghindarkan kita dari penyakit tipes.

loading...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*