loading...

Asam lambung adalah cairan yang dikeluarkan oleh lambung untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam lambung. Cairan ini bersifat asam sehingga dapat melumatkan makanan dan juga dapat mengikis lapisan lambung itu sendiri, bila asam lambung diproduksi dalam jumlah yang besar.

Asam lambung dapat menjadi berbahaya dan menimbulkan penyakit ketika diproduksi melebihi batas nomal. Akibatnya asam lambung akan naik ke atas, yaitu ke kerongkongan (esofagus). Dalam istilah medis kondisi ini disebut dengan GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease). Untuk selanjutnya, penyakit asam lambung yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah GERD.

Penyebab asam lambung

Penyakit asam lambung atau GERD dapat disebakan oleh berbagai macam faktor, yaitu:

1. Produksi asam lambung melebihi batas normal

asam lambung meningkat
Ilustrasi dari www.trunghocduytan.com

Produksi asam lambung yang melebihi batas normal baik karena stimulus makanan, stress, atau obat-obatan tertentu dapat mengakibatkan asam lambung ikut naik kembali ke kerongkongan.

2. Keterlambatan pengosongan lambung

Keterlambatan pengosongan lambung dapat menyebabkan asam lambung lebih lama tertahan di dalam lambung dan tak jarang mengakibatkan asam lambung naik ke kerongkongan karena tekanan di dalam lambung yang lebih besar daripada kerongkongan.

3. Obesitas

penyebab asam lambung
Gambar dari www.banglatribune.com

Beberapa studi telah membuktikan bahwa pada orang-orang dengan obesitas atau kelebihan berat badan memiliki kecenderungan lebih besar untuk menderita penyakit asam lambung. Kedua hal ini telah terbukti saling berkaitan satu sama lain.

4. Kelainan katup otot bawah kerongkongan (esophageal sphincter)

Pada bagian bawah kerongkongan terdapat otot spingter yang berfungsi sebagai pembatas antara kerongkongan dan lambung agar makanan yang sudah ada di lambung tidak kembali masuk ke dalam kerongkongan. Kelainan pada otot ini dapat menyebabkan makanan dan asam lambung dapat kembali naik ke kerongkongan dan menimbulkan esofagitis (peradangan pada kerongkongan).

Gejala asam lambung

Gejala asam lambung yang meningkat dan mengalami refluks hingga ke kerongkongan (GERD) adalah sebagai berikut:

1. Rasa terbakar pada perut bagian atas hingga dada

lambung seakan terbakar
Ilustrasi dari kafe-od.ru

Rasa terbakar yang dirasakan pada perut bagian atas yang menjalar hingga ke dada terjadi karena asam lambung yang mulai naik ke kerongkongan. Hal ini sering dirasakan terutama setelah makan atau pada saat membungkuk.

2. Mual hingga muntah

Tingginya asam lambung menimbulkan reflek mual hingga muntah pada penderita asam lambung. Hal ini berkaitan dengan persarafan yang ada pada lambung yang merangsang pusat muntah pada bagian otak tertentu.

3. Suara menjadi serak

Suara serak yang terjadi pada penderita penyakit asam lambung diakibatkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan mulai mengiritasi pita suara yang berada di saluran sebelah kerongkongan. Hal ini membuat pita suara meradang sehingga tidak dapat berkontraksi dengan normal dan menyebabkan suara menjadi serak. Gejala ini muncul paling parah saat pagi hari.

4. Rasa nyeri saat menelan makanan

menelan makanan terasa sakit

Rasa nyeri saat menelan makanan diakibatkan oleh asam lambung yang naik mencapai kerongkongan bagian atas. Hal ini akan membuat kerongkongan meradang dan terasa nyeri ketika dilewati oleh makanan.

5. Bau dan rasa asam pada mulut

Bau dan rasa asam yang muncul pada mulut diakibatkan asam lambung yang naik terlalu tinggi hingga ke mulut. Hal ini akan menimbulkan masalah serius bila dibiarkan terjadi terus menerus. Salah satunya akan mulai merusak lapisan enamel gigi dan menyebabkan gigi menjadi banyak yang berlubang karena sifat korosif dari asam lambung.

6. Tenggorokan meradang

Ketika gejala tenggorokan meradang telah terjadi, penyakit asam lambung sudah berada dalam tingkatan yang cukup membahayakan. Asam lambung sudah mulai naik hingga ke atas dan masuk ke saluran di sebelah kerongkongan, yaitu tenggorokan.

Hal ini dapat membahayakan ketika asam lambung terus masuk ke tenggorokan dan mulai merusak saluran pernafasan. Berbagai infeksi pernafasan seperti pneumonia dapat terjadi akibat asam lambung yang menginvasi saluran pernafasan.

Asam lambung dapat memperparah gejala asma

Selain dapat menyebabkan infeksi pernafasan, asam lambung juga dapat memperparah gejala asma. Banyak dugaan yang dilontarkan terkait dengan hubungan 2 penyakit ini. Ada yang mengatakan bahwa naiknya asam lambung membuat rongga dada menyempit sehingga terjadi sesak nafas. Ada juga yang mengaitkan keduanya dengan mekanisme rendahnya sistem imun yang terjadi pada asam lambung yang tinggi dapat memicu munculnya asma.

Semua dugaan ini akhirnya terbantahkan oleh suatu penelitian yang dapat menjelaskan hubungan antara asam lambung dengan gejala asma secara ilmiah. Refluks asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat masuk ke tenggorokan dan berlanjut ke saluran nafas.

Ketika asam lambung ini menyentuh percabangan trakea dengan saluran nafas bronkus, refleks vagal akan terjadi. Refleks vagal adalah refleks yang dibawa oleh saraf vagus untuk menimbulkan respon tubuh tertentu yang timbul secara spontan.

Dalam kasus asam lambung ini, refleks vagal yang terjadi adalah refleks batuk dan penyempitan saluran nafas bronkus (bronkokonstriksi) secara mendadak. Hal ini tentu saja memicu terjadinya gejala asma seperti mengi dan sesak nafas karena udara tidak lagi dapat bebas keluar masuk akibat saluran nafas yang menyempit.

Cara mencegah asam lambung

Cara terbaik untuk mencegah penyakit asam lambung yaitu dengan memodifikasi gaya hidup sehat terutama dalam hal makan. Berikut cara-cara untuk mencegah penyakit asam lambung:

1. Makan dalam porsi kecil setiap 2-3 jam sekali

cara mencegah asam lambung
Gambar dari ucanr.edu

Makan dalam porsi kecil setiap 2-3 jam sekali lebih dianjurkan daripada makan dalam porsi besar dalam sekali waktu. Hal ini untuk menghindari pengeluaran asam lambung dalam jumlah yang banyak dalam sekali waktu.

2. Menunggu 2-3 jam setelah makan jika ingin berbaring

2-3 jam adalah waktu yang diperlukan untuk pengosongan lambung. Anda baru diperbolehkan untuk berbaring setelah lambung dalam keadaan kosong. Hal ini dilakukan agar asam lambung yang dikeluarkan saat mencerna makanan tidak naik ke kerongkongan.

Aturan ini juga berlaku untuk jadwal makan malam. Disarankan untuk makan malam maksimal 2-3 jam sebelum tidur malam untuk mencegah refluks asam lambung yang dapat terjadi.

3. Menghindari/membatasi konsumsi makanan dan minuman yang dapat menstimulasi peningkatan asam lambung

Alkohol, cokelat, jus jeruk, tomat, peppermint, kopi, dan makanan pedas dapat memicu peningkatan asam lambung yang lebih dari biasanya. Hal ini perlu dibatasi untuk menjaga asam lambung tetap dalam jumlah yang normal dan tidak melonjak secara tiba-tiba.

4. Menjaga berat badan tetap ideal

menjaga berat badan
Gambar dari nydailynews.com

Asam lambung cenderung lebih tinggi pada orang-orang dengan berat badan berlebih. Hal ini dikarenakan kebiasaan mereka dalam mengkonsumsi makanan secara berlebihan dapat menstimulasi asam lambung untuk secara otomatis diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak.

Oleh karena itu penting untuk menjaga berat badan tetap pada rentang ideal yang dapat ditentukan dengan rumus: (tinggai badan – 100) + 10%.

5. Tidur dengan sandaran kepala yang lebih tinggi

Tidur dengan sandaran kepala yang lebih tinggi + 20cm dapat mencegah refluks asam lambung. Hal ini akan membuat gaya gravitasi menarik asam lambung ke bawah sehingga tidak naik ke kerongkongan.

Dengan adanya penjelasan mengenai penyebab dan gejala asam lambung diatas, diharapkan anda mengubah pola hidup menjadi lebih sehat lagi dengan menjauhi hal-hal apa saja yang dapat mengakibatkan asam lambung meningkat.

loading...