Dengan Tangan Diborgol Jerinx Bacakan Pesan Yang Dia Tulis Saat Ditahan

Drummer Superman is Dead, I Gede Ari Astina atau yang kerap dipanggil Jerinx menyampaikan keterangan usai dirinya menjalani sejumlah proses pelimpahan berkas. Jerinx ditahan lantaran terjerat kasus ujaran kebencian dan juga pencemaran nama baik terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Jerinx menjadi tersangka karena dia menyebut IDI sebagai kacung WHO dan ditahan di Rutan Polda Bali.

Selama ditahan, Jerinx menulis pernyataan yang kemudian dia bacakan dengan kondisi tangan masih diborgol. Ada tiga poin yang coba Jerinx sampaikan kepada publik yang dia tulis dalam secarik kertas itu.

Tes Swab Covid

Jerinx mengatakan jika aparat kepolisian telah melakukan tes swab Covid kepada dirinya pada tanggal 13 Agustus 2020. Tes swab itu dilakukan di Rutan Polda Bali tempat dia ditahan dengan disaksikan oleh para tahanan lain dan petugas jaga. 

Hasil dari tes swab itupun menyatakan jika Jerinx negatif terpapar virus Corona. Dengan hasil itu, Jerinx menyatakan bahwa sejak sebelum dirinya ditahan, dan melakukan berbagai kegiatan, dia tidak membahayakan nyawa siapapun. Dia menekankan bahwa hampir setiap hari dirinya kontak dengan ribuan orang dalam kegiatan membagikan makanan di depan Twice Bar miliknya.

Jerinx pun menyarankan agar IDI atau Kemenkes memeriksa lebih lanjut mengenai kondisi dirinya, kenapa tidak sampai terinfeksi Covid meski telah berinteraksi dengan banyak orang. Dirinya pun menyatakan siap untuk dijadikan relawan agar masyarakat bisa terbebas dari ketakutan yang selama ini timbul akibat wabah pandemi.

Jerinx Meminta Penangguhan Penahanan

Ingin mendapatkan haknya sebagai warga negara Indonesia, Jerinx meminta agar dirinya ditangguhkan dari penahanan. Adapun alasan dia mengajukan penahanan bukan karena dia cengeng namun lebih pada banyaknya konflik kepentingan dan kejanggalan yang selama ini dia rasakan terkait statusnya.

Lebih lanjut, Jerinx menegaskan jika sampai saat ini dirinya belum dinyatakan bersalah oleh pengadilan, namun dia akan tetap menerima segala keputusan hakim nantinya dan berharap bisa “bertarung” di meja hijau. 

Jerinx kemudian menyindir para pejabat dan orang-orang yang punya kekuasaan yang justru tidak dihukum karena tidak mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Dia juga menyindir para pejabat yang tidak pernah memberi makan kepada warga yang kelaparan, namun justru menertawai seorang rakyat yang berjuang membagikan makanan. 

Mengajak Publik Memperjuangkan Keadilan

Pada poin terakhir pernyataan yang dia sampaikan, Jerinx mengajak seluruh masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk tidak diam begitu saja melihat ketidakadilan menimpa banyak rakyat kecil di luar sana. Dalam hal ini ketidakadilan yang memaksa rakyat untuk rapid tes dan swab.

Menurut Jerinx, negara sebenarnya memiliki anggaran yang sangat banyak yang mampu mengcover biaya rapid tes ataupun swab sehingga tidak dibebankan kepada rakyat yang tidak mampu, yang akhirnya bisa berujung pada kematian. 

Jerinx menyebut jika masalah paling penting yang harus diatasi adalah kelaparan. Karena menurutnya hal itu bisa berujung pada perbuatan kriminal dan kejahatan. Jerinx mengaku jika banyak tahanan lain yang dipenjara karena melakukan perbuatan kriminal akibat kelaparan. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini