Fakta Uang Baru 75000, Dijual Rp50 Juta Dan Sisipkan Tiga Proyek Besar

Uang baru pecahan 75000 telah dirilis oleh Bank Indonesia dan mendapatkan sambutan yang cukup hangat di masyarakat. Antusiasme publik untuk bisa memiliki uang pecahan baru itu cukup tinggi. Transaksi penukaran uang tersebut diserbu masyarakat.

Bank Indonesia mengatakan jika uang pecahan baru itu diterbitkan dalam edisi khusus dan terbatas untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-75. Oleh karenanya, uang tersebut lebih cocok untuk digunakan sebagai koleksi, daripada digunakan sebagai alat tukar. 

Uang Pecahan 75000 Dijual Rp50 Juta

Beberapa jam setelah diluncurkan, nyatanya uang pecahan baru 75000 itu sudah dijual di marketplace. Menariknya uang itu dijual dengan harga fantastis di marketplace seperti Bukalapak dan Shopee. Satu lembar uang pecahan 75000 itu ada yang menjual dengan harga sebesar Rp50 juta. 

Menanggapi hal ini, Bank Indonesia mengaku tidak bisa mengatur penjualan mata uang dengan harga seperti itu. Sebab, uang tersebut merupakan keluaran edisi khusus yang juga berlaku sebagai alat pertukaran yang sah. Sekalipun ada yang menjualnya dengan harga yang berbeda.

Sehingga jika masyarakat kemudian ingin menggunakannya sebagai benda koleksi, atau membelanjakannya, BI tidak memiliki hak untuk mengatur hal tersebut. 

Akan tetapi pihak BI memang tidak menampik jika ada syarat dan ketentuan yang berlaku bagi masyarakat yang ingin mendapatkan uang pecahan 75000 tersebut. Yang jelas, pihak BI menyebut nilai tukar untuk uang pecahan baru itu tetap sebesar Rp75 ribu.

“Silahkan jika ingin menjual uang itu kembali. Namun untuk harga penukaran melalui Bank Indonesia nilainya sama, yakni 75 ribu rupiah,” ungkap pihak Bank Indonesia.

Tiga Proyek Pemerintah

Filosofi di balik uang pecahan baru 75000 itu tidak hanya berisi mengenai sosok proklamator dan kebhinekaan dalam wujud anak-anak yang memakai baju tradisional saja. Namun ada filosofi lain yang tertuang pada mata uang baru tersebut. 

Filosofi yang dimaksud adalah tiga proyek besar yang sudah dibangun oleh pemerintah. Di antaranya yakni :

  • Jembatan Youtefa

Jembatan ini merupakan proyek di masa pemerintahan Jokowi yang dimulai pembangunannya pada 9 Mei 2015 dan diresmikan tepat pada Hari Sumpah Pemuda yakni pada tanggal 20 Oktober 2019.

Jembatan tersebut menghubungkan daerah Holtekamp dan Hamadi yang ada di Papua. Jembatan yang diketahui memiliki panjang 1.328 meter itu pembuatannya dilakukan di dua tempat yakni di Surabaya dan Papua. 

Di Surabaya dilakukan pembuatan untuk baja lengkung yang memiliki berat sebesar 2.000 ton, yang kemudian dikirimkan ke Papua. Pemerintah menghabiskan anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk membangun jembatan tersebut.

  • MRT Jakarta

Kemudian ada proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang terpampang tepat di bawah gambar Soekarno-Hatta. Proyek ini sebenarnya sudah digagas sejak tahun 1985. Namun sejumlah kendala seperti terjadinya krisis ekonomi, membuat proyek ini mandeg. Baru pada tahun 2012, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menghidupkan kembali proyek ini dan akhirnya fase pertama diresmikan pada 24 Maret 2019 lalu.

  • Tol Trans Jawa

Proyek Tol Trans Jawa ini mulai dilakukan pembangunan pada tahun 1978 dan pembangunannya dilakukan secara bertahap. Proyek ini akhirnya dapat menghubungkan sejumlah kota di Pulau Jawa, mulai dari Jakarta hingga Surabaya pada tahun 2018 lalu.

Hingga saat ini, pembangunan Tol Trans Jawa ini masih terus berlanjut, guna menghubungkan daerah paling timur Pulau Jawa yakni sampai dengan kota Banyuwangi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini