loading...

Hepatitis A adalah penyakit pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus ini menular kepada seseorang yang tidak terinfeksi (dan tidak divaksin) melalui makanan atau air yang terkontaminasi kotoran dari orang yang terinfeksi. Penyakit ini umumnya menyebar dari makanan atau air yang tidak sehat, sanitasi yang kurang memadai dan kurangnya kebersihan diri.

Tidak seperti hepatitis B dan C, infeksi dari hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati yang kronis dan fatal, akan tetapi apabila dibiarkan akan menyebabkan penyakit hati akut yang fatal.

Virus yang ditemukan pertama kali pada tahun 1973 ini telah menjadi penyakit yang menyerang seluruh negara. Negara dengan penderita hepatitis A tertinggi terdapat di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.

WHO membagi wilayah risiko infeksi virus hepatitis A menjadi 3 bagian, yaitu wilayah dengan risiko tinggi, risiko sedang, dan risiko rendah:

1. Wilayah dengan risiko tinggi

Wilayah dengan risiko tinggi terinfeksi virus hepatitis A adalah negara berkembang yang tingkat sanitasinya masih kurang memadai. Pada umunya, negara berkembang seperti ini juga memiliki penduduk yang pengetahuannya mengenai kebersihan masih minimal. Sebanyak 90% anak kecil sebelum berusia 10 tahun terjangkit virus hepatitis A.

2. Wilayah dengan risiko sedang

Di negara berkembang dengan tingkat ekonomi sedang, sanitasi pada umumnya telah cukup memadai. Anak-anak juga terselamatkan dari infeksi virus dini dan beberapa dapat bertahan hingga dewasa tanpa imunisasi apapun. Sayangnya, kondisi ini akan menyebabkan banyaknya orang dewasa yang tidak terinfeksi virus dan tidak diimunisasi.

Hal ini akan membuat orang dewasa menjadi lebih rentan terinfeksi dan apabila seseorang terinfeksi, maka virusnya akan langsung menjangkiti orang lain secara besar-besaran.

3. Wilayah dengan risiko rendah

Di negara berkembang dengan fasilitas sanitasi yang baik dan juga pengetahuan kebersihan yang tinggi, angka kasus terinfeksi akan rendah. Akan tetapi, virus ini dapat menyebar melalui remaja dan orang dewasa, seperti akibat penggunaan obat-obatan atau travelling ke wilayah dengan risiko virus hepatitis A yang tinggi.

Sama seperti sebelumnya, apabila salah seorang terjangkit virus ini dan menularkan pada seseorang yang kurang menjaga kebersihan tubuhnya, virus ini akan langsung menyebar dan dapat menimbulkan angka kematian yang tinggi.

Penyebab Hepatitis A

Virus hepatitis A biasanya menjangkit tubuh seseorang apabila seseorang tersebut mencerna sebagian kecil zat yang terkontaminasi. Umumnya hepatitis A menyebar ketika seseorang menelan virus dari benda, makanan maupun minuman yang telah terkontaminasi oleh tinja dari orang yang mengidap penyakit hepatitis A.

penularan hepatitis a - Familinia

Virus ini dapat menginfeksi sel hati dan menyebabkan peradangan. Peradangan ini akan merusak fungsi hati dan menyebabkan tanda-tanda atau gejala seseorang terjangkit hepatitis A.

Menurut Mayo Clinic, virus hepatitis A dapat menyebar melalui beberapa cara, diantaranya:

  1. Mengonsumsi makanan yang diolah oleh seseorang yang tidak menjaga kebersihan diri sementara dia adalah penderita hepatitis A
  2. Meminum air yang terkontaminasi
  3. Mengonsumsi ikan sungai (atau kerang-kerangan) dari air yang kotor
  4. Kontak dengan seseorang yang terinfeksi (meskipun orang tersebut tidak memiliki tanda atau gejala)
  5. Berhubungan seks dengan penderita

Selain melalui cara tersebut, seseorang juga memiliki risiko lebih tinggi terjangkit hepatitis A apabila:

  1. Seseorang tersebut melakukan kontak yang sering dengan penderita (berbicara, makan bersama, dll)
  2. Seseorang yang menyuntikkan obat-obatan terlarang ke tubuhnya
  3. Seseorang yang kemungkinan terjangkit hepatitis A dari tempat kerjanya, misalnya buruh, staf atau institusi yang bekerja di tempat dengan tingkat higienitas rendah (misal menangani tunawisma dll), serta orang yang mengasuh monyet, kera, dan gorila (hewan ini memungkinkan untuk terjangkit virus hepatitis A)

Orang-orang dengan risiko tinggi terjangkit virus hepatitis A tersebut disarankan untuk melakukan vaksin agar dapat meminimalkan risiko terjangkit hepatitis A.

Gejala Hepatitis A

Gejala hepatitis A

Wajib bagi Anda untuk mengetahui gejala apa saja yang menandakan seseorang terjangkit penyakit hepatitis A. Anda bisa menyimaknya dibawah ini:

1. Warna kulit dan mata menjadi kekuningan

pengobatan hepatitis a

Kulit dan mata yang berwarna kekuningan merupakan salah satu gejala yang menandakan adanya kerusakan pada hati.

Perubahan warna ini disebabkan karena produksi berlebih bilirubin pada tubuh. Bilirubin merupakan suatu substansi berwarna kuning yang berfungsi memberi warna pada kulit. Bilirubin merupakan produk samping yang tersisa pada aliran darah setelah zat besi dihilangkan dari hemoglobin pada sel darah merah.

Pada penderita hepatitis A, perubahan warna pada kulit dan mata ini disebabkan karena peradangan akut pada hati yang kemudian merusak kemampuan hati untuk men-sekresi bilirubin, dan malah menghasilkan lebih banyak bilirubin.

2. Hati (liver) membengkak

Pembengkakan pada hati merupakan salah satu reaksi yang terjadi ketika sel hati diserang oleh mikroba atau substansi lain.

Hati merupakan salah satu organ pada sistem pencernaan yang membantu proses pencernaan. Beberapa fungsi hati diantaranya adalah memproduksi getah empedu untuk membantu mengolah makanan yang masuk menjadi energi; membentuk hormon; membersihkan darah dari racun, seperti obat-obatan dan alkohol; mengontrol cadangan lemak dan produksi kolesterol.

Gejala pembengkakan pada hati ini serupa dengan gejala flu, akan tetapi disertai dengan jaundice (menguningnya kulit serta mata). Apabila dibiarkan terus menerus, maka pembengkakan ini akan merusak fungsi hati dan menyebabkan penyakit hati yang parah serta kegagalan fungsi hati.

3. Diare

penyebab hepatitis a

Meskipun kelihatannya sepele, diare merupakan salah satu penyakit yang dapat membahayakan penderitanya. Berdasarkan Medical News Today, sebanyak 1,9 juta balita di dunia meninggal akibat diare.

Diare sebagian besar disebabkan karena infeksi oleh bakteri, virus, atau patogen lain pada saluran pencernaan. Diare kronis dapat menyebabkan komplikasi lain, diantaranya pembengkakan pada kolon, infeksi bakteri kronis, rusaknya sistem endokrin, dan juga dapat menyebabkan kanker.

Untuk menangani diare, yang harus dilakukan pertama adalah pasien harus lebih banyak minum. Hal ini untuk mencegah kemungkinan pasien mengalami dehidrasi. Setelah itu, berilah air garam untuk mengganti air dan elektrolit yang hilang dalam tubuh.

4. Sakit perut

Sakit perut merupakan salah satu gejala hepatitis A. Sakit perut ini biasanya berupa rasa tidak nyaman pada bagian perut dan khususnya di bagian hati, yaitu bagian kanan bawah perut. Sakit perut ini biasanya juga disertai dengan mual dan keinginan untuk muntah.

Meskipun begitu, sakit perut bukan satu-satunya gejala seseorang menderita hepatitis A. Namun, apabila gejala ini diikuti dengan gejala lainnya, maka ada baiknya seseorang tersebut lekas melakukan pemeriksaan kesehatan agar dapat langsung ditangani oleh medis.

5. Air kencing berwarna gelap

Pencegahan Hepatitis A

Warna air kencing yang normal biasanya adalah kuning bening hingga tidak berwarna. Air kencing tidak sehat biasanya berwarna coklat, kuning gelap, atau bahkan maroon. Air kencing yang berwarna gelap bisa disebabkan karena dehidrasi, pemilihan makanan, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, atau juga bahkan keadaan kesehatan.

Selain itu, air kencing berwarna gelap juga bisa mengindikasikan penyakit lain seperti sirosis, gangguan pada hati (liver dan ginjal, kanker pankreas, dan kanker saluran empedu).

6. Demam

Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah pertanda bahwa tubuh seseorang sedang dalam keadaan tidak sehat. Demam bisa jadi disebabkan infeksi pada salah satu organ tubuh dan biasanya merupakan gejala dari suatu penyakit.

Meskipun begitu, apabila seseorang mengalami demam hingga suhu tubuhnya lebih dari 40 °C, segera bawa pasien ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Suhu tubuh yang terlalu tinggi akan menyebabkan seseorang kesulitan bernapas, mual dan muntah, lemas, hingga berhalusinasi.

7. Gejala seperti flu

Gejala seperti flu

Gejala-gejala yang dialami penderita hepatitis A memang menyerupai gejala flu, diantaranya demam, tidak enak badan, meriang, bersin-bersin, dan kepala pusing.

Apabila gejala ini timbul dengan gejala hepatitis A lainnya seperti air kencing berwarna gelap atau warna kulit dan mata yang kekuningan, maka ada baiknya Anda segera memeriksakan diri agar segera ditangani oleh tim medis.

8. Ruam pada kulit

Ruam adalah keadaan dimana kulit mengalami inflamasi (peradangan) yang mengakibatkan terjadinya perubahan warna pada kulit. Ruam biasanya disebabkan oleh virus dan juga aktivitas bakteri dan jamur.

Ada berbagai jenis ruam yang wujudnya berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Ruam pada penderita hepatitis A biasanya berupa bintik-bintik merah yang bengkak dan disertai dengan rasa gatal.

9. Adanya kelenjar getah bening (limfadenopati)

Adanya kelenjar getah bening (limfadenopati)

Tubuh kita memiliki sekitar 600 kelenjar getah bening, tetapi hanya yang berada pada rahang dan ketiak yang bisa dirasakan pada orang sehat. Kelenjar getah bening berfungsi untuk menyaring getah bening dan menghilangkan sel serta beberapa senyawa lain.

Proses penyaringan ini juga menghasilkan antigen untuk limfosit yang terkandung dalam kelenjar. Respon imun terhadap limfosit ini menyebabkan bertambahnya jumlah sel, yang kemudian menyebabkan kelenjar getah bening membesar.

Limfanodenopati adalah keadaan dimana terjadi pembesaran pada dua atau lebih kelenjar getah bening yang tidak berdekatan. Hal ini bisa disebabkan beberapa hal diantaranya infeksi saluran pernasapan atas, tuberculosis, infeksi HIV, hepatitis, atau bahkan juga kanker.

Gejala awal seseorang yang mengalami limfadenopati adalah demam. Selain itu, kulit akan mengalami ruam di area tempat kelenjar getah bening berada. Pasien akan diberi label Red Flags apabila diketahui pembesaran kelenjar mencapai lebih dari 2 cm dan keras apabila disentuh, serta juga mengalami demam dan/atau kehilangan berat badan.

10. Tinja berwarna pucat

Tinja yang normal berwarna coklat agak gelap. Tinja dengan warna yang pucat mengindikasikan bahwa seseorang memiliki masalah dengan kantong empedu, liver (hati), dan pankreas.

Liver melepaskan garam empedu pada tinja sehingga menyebabkan tinja tersebut berwarna kecoklatan. Jika liver seseorang tidak mampu memproduksi cairan empedu yang cukup, atau jika aliran cairan empedu ini terhambat dan tidak mengalir keluar dari liver, hal ini akan membuat tinja seseorang tersebut berwarna pucat.

Tinja berwarna pucat ini juga dapat mengindikasikan bahwa seseorang terkena hepatitis. Hepatitis adalah peradangan yang terjadi di liver yang diakibatkan oleh virus hepatitis A, B, atau C.

Meskipun begitu, tidak semua penderita hepatitis akan merasakan semua gejala tersebut diatas. Namun, apabila Anda mengalami beberapa atau bahkan keseluruhan gejala diatas, sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan kesehatan agar Anda dapat langsung ditangani oleh medis.

Pencegahan Hepatitis A

1. Lakukan vaksin

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis A adalah dengan melakukan vaksin. Vaksinasi disarankan untuk anak kecil berusia 12 bulan atau lebih, untuk pelancong yang akan bepergian ke luar negeri, dan untuk orang-orang yang memiliki risiko tinggi terinfeksi virus.

Menurut Vaccines.gov, vaksin hepatitis A pertama harus diberikan ketika usia anak 12-23 bulan. Sementara itu, ada beberapa orang yang tidak disarankan untuk melakukan vaksin, yaitu diantaranya:

  • Seseorang yang mengalami alergi setelah melakukan vaksin hepatitis A sebelumnya tidak disarankan untuk melakukan vaksin kembali.
  • Seseorang yang mengalami alergi terhadap vaksin jenis apapun sehingga tidak memungkinkan untuk divaksinasi kembali.
  • Seseorang yang sedang sakit atau tidak enak badan ketika jadwal vaksin. Jika hal ini terjadi, vaksin harus dibatalkan sampai orang tersebut sehat.
  • Vaksin hepatitis A masih belum diketahui akan membahayakan janin atau tidak. Oleh sebab itu, beritahu dokter Anda mengenai kehamilan Anda apabila Anda akan melakukan vaksin.

2. Cuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi

gejala hepatitis A

Mencuci buah dan sayuran merupakan salah satu cara baik untuk mencegah virus hepatitis A. Meskipun kelihatan bersih, buah-buah dan sayuran yang Anda beli di supermarket juga masih kotor. Buah dan sayuran ini bisa saja mengandung pestisida.

Sebelum mengonsumsi buah dan sayuran, cuci buah dan sayur di bawah air yang mengalir. Gosok pelan permukaan buah dan sayuran dengan air yang mengalir. Membersihkan sayur dan buah dapat menghilangkan berbagai kotoran yang terlihat maupun bakteri yang tidak terlihat. Selain itu, mengupas buah dan sayuran juga dapat membantu menghilangkan bakteri.

3. Hindari konsumsi makanan mentah

Menurut pengobatan tradisional China, makanan mentah dipercaya sebagai yin yang dapat memberikan lebih banyak energi karena lamanya organ dalam mencerna makanan ini. Meskipun begitu, menurut mindbodygreen.com, mengonsumsi makanan mentah dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan, diantaranya:

a. Kesehatan kelenjar tiroid
Tumbuhan dalam keluarga cruciferous seperti brokoli, kubis, dan kembang kol mengandung suatu senyawa yang dikenal sebagai goistrogen. Goistrogen ini merupakan komponen yang dapat menghambat fungsi tiroid yang kemudian menyebabkan penyakit gondok.

Goistogen dapat dinonaktifkan dengan panas. Untuk itulah mengapa memasak makanan dapat mematikan goistrogen yang terdapat pada makanan Anda.

b. Kesehatan pencernaan
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mengonsumsi makanan mentah dapat memperlambat proses pencernaan Anda. Sayuran dan tumbuhan mengandung selulosa dan struktur serat lain yang membuat proses pencernaan menjadi lebih lama.

Ketika seseorang memakan makanan yang susah untuk dicerna tubuh, sistem pencernaan orang tersebut akan melemah, yang kemudian akan menyebabkan kembung, konstipasi, menambahnya berat badan, malnutrisi, alergi terhadap makanan, dan bahkan menurunnya sistem imun.

c. Absorbsi nutrisi
Apabila tubuh seseorang tidak mampu mencerna makanan, maka terdapat kemungkinan bahwa tubuh seseorang tersebut juga tidak bisa menyerap nutrisi dari makanan yang ia konsumsi.

Jika Anda ingin mengonsumsi sayuran, ada baiknya memasak sayuran tersebut dengan api rendah sampai medium untuk memecah komponen goistrogen sehingga tubuh Anda lebih mudah mencerna dan menyerap nutrisi dari sayuran tersebut.

4. Cuci bersih peralatan makan

Cuci bersih peralatan makan

Selain mencuci buah dan sayuran dengan bersih, cucilah juga peralatan makanan dengan bersih. Apabila Anda satu rumah dengan penderita, bedakan peralatan makan Anda dengan penderita.

Bedakan pula sabun dan spons untuk mencuci peralatan makan Anda dengan penderita. Hal ini dapat meminimalisir kemungkinan Anda terinfeksi virus hepatitis dari penderita.

5. Minum air bersih

Air bersih merupakan kebutuhan utama setiap masayarakat, khususnya untuk air konsumsi. Fasilitas air bersih dapat ditemukan dengan mudah saat ini, misalnya dari air mineral banyak diperjual-belikan. Mengonsumsi air bersih dapat mencegah kemungkinan Anda terjangkit virus hepatitis A.

Tubuh memerlukan air yang cukup karena sekitar 80% komposisi tubuh adalah air. Mengonsumsi air yang cukup dapat membantu meningkatkan kesehatan Anda. Air akan membantu menjaga suhu tubuh Anda tetap normal. Selain itu juga mencegah dari dehidrasi, konstipasi, dan juga mencegah batu ginjal.

6. Cuci tangan sebelum makan

Cuci tangan merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum makan. Tangan mengandung bakteri yang lebih banyak daripada bagian tubuh yang lain. Hal ini dikarenakan sebagian pekerjaan kita lakukan dengan tangan, misalnya saja memberi dan menerima uang, bermain ponsel, dan lain sebagainya.

Tidak menutup kemungkinan bahwa kita memegang uang yang pernah dipegang oleh penderita hepatitis A, itulah sebabnya mengapa mencuci tangan sebelum makan sangat diperlukan.

7. Potong kuku yang panjang

Selain mencuci tangan, memotong kuku tangan yang panjang juga merupakan hal yang harus dilakukan. Hal ini dikarenakan banyak bakteri yang dapat berkumpul pada celah antara kuku dengan daging kuku.

Kuku yang panjang akan menyulitkan kita untuk membersihkannya, sehingga kemungkinan bakteri-bakteri yang berada pada celah antara kuku dan daging kuku akan terus menetap dan masuk ke tubuh bersama dengan makanan yang kita makan.

8. Melakukan cek kesehatan

Selain melakukan hal-hal diatas, Anda juga harus memeriksa kesehatan Anda secara teratur. Hal ini dapat meminimalisir kemungkinan Anda terserang virus.

Selain itu, apabila virus hepatitis terdeteksi pada tubuh Anda, medis dapat langsung memberikan pertolongan agar virus itu tidak menginfeksi semakin parah.

loading...