Awan Misterius Muncul di Aceh, Disebut Pertanda Datangnya Musibah

Senin pagi kemarin (10/08) warga di daerah Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat dikejutkan dengan adanya fenomena alam di langit.

Sebuah awan misterius muncul dengan bentuk seperti gelombang tsunami dengan ukuran yang sangat besar. Warga yang melihat fenomena tersebut banyak merasa ketakutan, sementara yang lainnya berusaha mengabadikan kemunculan awan tersebut.

Tak hanya bentuknya seperti ombak tsunami menggulung dengan ukuran raksasa, namun suasana yang terasa saat awan itu muncul menambah ketakutan warga. Awan tersebut terlihat berada di posisi yang cukup rendah, berwarna gelap mendung disertai hujan dan angin kencang. Sejumlah warga pun mengaitkannya dengan pertanda datangnya sebuah bencana.

“Kami sempat takut melihat adanya awan yang berwarna begitu hitam dan pekat, menakutkan sekali. Selama ini jarang ada kejadian fenomena alam seperti ini,” ucap kesaksian salah seorang warga bernama Abdurrani.

Beberapa warga lain, melihat awan tersebut seperti gelombang tsunami dan mengingatkan mereka yang masih trauma dengan kejadian musibah dahsyat yang terjadi beberapa tahun yang lalu itu. 

Pemerintah Minta Warga Tak Panik

Terkait kemunculan awan misterius dengan bentuk mirip gelombang tsunami itu, pemerintah daerah Aceh Barat meminta warga agar tidak terlalu panik dengan fenomena yang terjadi. Menurutnya fenomena tersebut hanya fenomena alam biasa yang diperlihatkan pada manusia. Meski demikian pihaknya meminta warga untuk tetap waspada. 

Menurutnya kewaspadaan lebih dibutuhkan karena kondisi cuaca yang ditimbulkan. Awan tersebut diketahui membawa hujan deras disertai angin kencang, yang tentu jauh lebih berbahaya daripada sekedar bentuknya yang menakutkan.

Penjelasan BMKG Soal Awan Misterius di Aceh

Menurut BMKG, fenomena awan misterius tersebut tergolong fenomena alam yang cukup langka. Awan tersebut memiliki nama sendiri yakni Awan Arcus atau bagi orang awam menyebutnya awan tsunami.

Lebih lanjut, awan Arcus masih dalam kategori awan cumulonimbus yang biasanya muncul di ketinggian yang cukup rendah. Awan ini sulit untuk terdeteksi oleh pencitraan satelit cuaca, karena biasa terjadi di daerah yang begitu luas. 

BMKG menekankan kepada masyarakat untuk tidak berada di daerah terbuka, jika fenomena alam tersebut terlihat di langit. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini