Fakta Baru Penyerangan Polsek Ciracas, Dipicu Hoax Anggota TNI

Penyerangan Polsek Ciracas
Penyerangan Polsek Ciracas

Kasus penyerangan polsek Ciracas dan sejumlah pertokoan milik warga di sekitarnya, kini mulai memasuki babak baru. Pihak TNI mengaku bahwa para pelaku penyerangan itu dilakukan oleh beberapa anggotanya. Mereka menyebut pemicu aksi penyerangan dikarenakan termakan berita hoax dari salah satu anggota TNI itu sendiri.

Sebagai informasi tambahan, sebenarnya penyerangan Polsek Ciracas sudah dua kali ini terjadi. Penyerangan sebelumnya terjadi pada bulan Desember 2018 silam. TNI menyatakan akan menindak tegas bagi para anggotanya yang terlibat.

Kronologi Penyerangan Polsek Ciracas Versi TNI

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memberikan penjelasan bagaimana peristiwa penyerangan itu bermula dan penyebabnya. Dirinya mengatakan bahwa semua bermula dari Prada MI yang sedang mengendarai sepeda motor, melintas di Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur dan kemudian mengalami kecelakaan tunggal.

Prada MI Korban Kecelakaan Tunggal Penyebar Hoax
Prada MI Korban Kecelakaan Tunggal Penyebar Hoax

Kecelakaan tunggal itu membuat Prada MI mengalami luka-luka di bagian wajah dan juga tubuhnya. Saat memberikan laporan kepada pimpinan, Prada MI mengatakan dirinya mengalami kecelakaan tunggal. Namun saat bercerita kepada rekan-rekannya dia menyampaikan berita yang berbeda.

Prada MI mengaku kepada rekan-rekan TNI-nya bahwa dirinya mengalami pengeroyokan, bukan kecelakaan tunggal. Rekan-rekannya pun tersulut emosi, terlebih sebelumnya mereka juga mendapat kabar adanya penghinaan kepada TNI.

Sayangnya, rekan-rekan Prada MI terlanjur tersulut emosi dan beralasan jiwa korsa mereka berpikir pengeroyokan itu dilakukan oleh anggota polisi. Tanpa melakukan pengecekan informasi yang akurat, mereka kemudian melakukan penyerangan ke Polsek Ciracas.

Hasil Investigasi Pihak TNI

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun menanggapi kasus penyerangan Polsek Ciracas tersebut. Pihaknya menyebutkan jika Prada MI terbukti telah menyebarkan berita bohong melalui aplikasi perpesanan bahwa dirinya telah dikeroyok. 

Pihaknya menemukan, ada 27 anggota TNI yang merupakan rekan Prada MI yang diberitahu mengenai kabar bohong itu. 

Pihak TNI juga memastikan penyebab Prada MI hingga mengalami luka-luka dengan melakukan pemantauan pada hasil rekaman CCTV di lokasi sekitar. Ditemukan fakta, jika Prada MI sebenarnya memang mengalami kecelakaan tunggal, dan bukan karena dikeroyok.

Investigasi yang dilakukan Pihak TNI dengan mencari informasi dari para saksi dan rekaman CCTV, ditemukan tiga orang anggota TNI yang terbukti melakukan perusakan di Polsek Ciracas. Setelah dimintai keterangan, tiga anggota TNI itu juga mengakui perbuatannya.

Penyidikan terus berlanjut, dan pihak TNI memperkirakan para pelaku setidaknya berjumlah sekitar 37 orang. Mereka pun terancam pemberhentian dengan tidak hormat dan juga sanksi tegas sesuai aturan militer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here