10 Film Kolosal Terbaik Ini Wajib Ditonton, Pasti Seru dan Bersejarah!

Film Kolosal Terbaik Ini Wajib Ditonton

Sudah menonton aksi menantang film action? Kini saatnya kamu coba perkaya pengalaman menontonmu dengan sentuhan sejarah di dalamnya!

Aksi seru seorang karakter film tak jarang dilatarbelakangi oleh histori yang mendahului aksi beraninya. Adu kekuatan bersama para prajurit sambil memperluas wilayah kekuasaan jadi salah satu penyebab utama kerasnya pertempuran yang mampu membuatmu bergidik ngeri.

Jadi, tak ada salahnya bukan untuk merambah referensi menontonmu ke arah yang lebih berwawasan sejarah?

Untuk memudahkanmu mencari film yang nyaman disaksikan, berikut ini kami siapkan 10 film kolosal terbaik yang wajib kamu tonton.

1. The Last Samurai (2003)

Familinia - The Last Samurai (2003)
The Last Samurai (2003)

Masih ingat dengan gerakan modernisasi negara Jepang? Masa yang dikenal dengan Restorasi Meiji ini dikenal mengubah tatanan sosial negara Jepang.

Keputusan ini mau tak mau ikut memberikan perubahan besar bagi tingkat samurai yang harus terhapus. Penghapusan para samurai ini harus dijalani oleh Nathan Alegren, seorang tentara bayaran Kaisar.

Pemberontakan besar pun harus dihadapi Nathan dengan berduel dengan Katsumoto, sang pemimpin pemberontakkan.

Bukannya menuai dendam diantara mereka, pertarungan ini malah menghidupkan rasa kasih sayang di desa Katsumoto untuknya setelah aksi penawanan.

Nathan berubah peduli terhadap para keturunan samurai sambil mempelajari kebudayaan mereka. Rasa simpatinya terus bertumbuh hingga kemudian benar-benar melindungi desa para samurai dari berbagai ancaman pemusnahan.

Meski dengan alur yang terkesan sedikit drama, aksi-aksi perlawanan tetap menjadi porsi utama. Menariknya aksi-aksi ini ikut menyajikan bagaimana kekuatan samurai diadu dengan persenjataan modern.

2. Troy (2004)

Film Kolosal Terbaik - Troy (2004)
Troy (2004)

Satu film kolosal yang berhasil mendapatkan tempat tersendiri di ingatan para penikmat film. Selain karena diperankan oleh aktor dan aktris Hollywood papan atas, cerita Troy memang diangkat dari sejarah asli masa Yunani kuno.

Kisahnya dikenang bermula dari kisah cinta terlarang antara Paris dengan Helena, istri Raja Sparta. Dan keduanya pun melarikan diri ke Troya.

Mengetahui hubungan ini membuat Raja Sparta tak tinggal diam menyatakan perang pada Troya.

Aksi perang semakin menegangkan karena Sparta menurunkan Achilles, prajurit terbaiknya yang tangguh di segala medan.

Namun keadaan berubah ketika Raja Sparta menghadiahkan patung kuda besar kepada Troya yang menyimpan banyak prajurit dan raja Sparta bersiap menyerang Troya. Di sinilah Achilles mati dan berakhir dengan hangusnya Troya di bawah kendali Sparta.

3. 300 (2006)

Familinia - 300 (2006)
300 (2006)

Memusatkan cerita pada masa Yunani kuno, film 300 memberikan kesan sejarah yang sangat kental dengan disebutnya Spartan.

Mungkin cukup pantas untuk mengatakan film ini sebagai perjalanan hidup bukti tangguh dan uletnya seorang Leonidas dalam medan perang.

Dengan keyakinan kuatnya, Leonidas bertekat untuk menghentikan pasukan Persia yang ingin memperluas kekuasaan hingga ke Sparta.

Seperti judulnya, Leonidas lebih memilih untuk merekrut 300 pasukan yang akan menemaninya bertarung dengan Persia yang berkekuatan jauh lebih besar.

Di sinilah letak daya tarik 300. Dimana kekuatan militer yang tak seimbang dipertarungkan. Apalagi didukung dengan strategi cerdas Leonidas menghalau musuh membuat alur cerita ini semakin menarik.

Adegannya yang penuh aksi berpedang berhasil mengantarkan film ini ke predikat Box Office. Bahkan sukses menyuguhkan sekuel lanjutannya dengan judul 300 : Rise Of An Empire.

4. Mongol: The Rise of Genghis Khan (2007)

Film Kolosal Wajib Ditonton - Mongol: The Rise of Genghis Khan (2007)
Mongol: The Rise of Genghis Khan (2007)

Perjuangan menyatukan berbagai kekuasaan memang bukanlah hal yang mudah. Dan perjalanan rumit ini akan kamu dapatkan melalui potret seorang Genghis Khan dalam film ini.

Genghis Khan memulai hidupnya dengan nama Temudjin yang memimpin sebuah suku. Dengan pengalaman masa hidupnya yang berat, ia mampu menjadi pemimpin suku yang disegani dan adil. Maka tak heran beberapa prajurit suku lain pun berpindah haluan mengikuti komando Temudjin.

Dari sini penonton akan digambarkan bagaimana ikatan persaudaraan bukanlah penghalang untuk memerangi satu sama lain.

Namun siapa sangka hal itu menjadi titik pemacu semangatnya untuk menyatukan seluruh suku di Mongol yang berhasil membuatnya dijuluki sebagai Genghis Khan, sang penakluk seluruh kerajaan.

Meski bercorak kerajaan, film kolosal terbaik ini tetap mempertimbangkan keseimbangan kesan menonton dengan sedikit bumbu percintaan antara Temudjin dan Borte, wanita impiannya.

5. Red Cliff (2008)

Familinia - Red Cliff (2008)
Red Cliff (2008)

Tema kolosal kali ini datang dari negeri tirai bambu. Dimana satu peristiwa besar terjadi pada masa Dinasti Han.

Dipimpin oleh Kaisar Xian, perjalanan roda pemerintahan nyatanya bukanlah sepenuhnya di bawah komando sang Kaisar.

Di sampingnya ada perdana menteri Cao Cao yang memberi arahan tindakan mengekspansi kekuasaan hingga wilayah kekuasaan Liu Bei.

Dengan kekuatan angkatan yang hebat, tentu kekaisaran bukanlah tandingan. Pengalaman ini justru memacu dendam Liu Bei untuk segera terbayarkan.

Selain adegan perlawanan hebat yang menguras energi, Red Cliff tentu akan menyajikanmu strategi-strategi terbaik Liu Bei dalam melawan balik Kaisar Xian, termasuk bersatu padu dengan pasukan Sun Quan.

Dan mengejutkannya, isu tentang keberanian dan perlawanan kaum wanita juga ikut ditampilkan di sini.

6. Drupadi (2008)

Familinia - Drupadi (2008)
Drupadi (2008)

Tak mau kalah dengan pamor kolosal luar yang sangat diminati, Indonesia juga punya senjatanya. Drupadi menjadi film dengan latar Jawa yang mengangkat isu cukup menggelitik.

Dalam film ini, Drupadi digambarkan sebagai wanita bersuamikan 5 orang kakak beradik Pandawa.

Dengan latar belakangnya yang asing terjadi ini, bukanlah kisah berbagi istri yang ditonjolkan. Drupadi menyaratkan perjuangan akan kebebasan dirinya yang dirampas oleh salah seorang suaminya, Yudihistira saat dikalahkan oleh Kurawa dalam sebuah permainan.

Permainan ini menyita semua harta dan kekuasaan Yudhistira hingga ia rela untuk mempertaruhkan apa saja, termasuk istrinya.

Meski menyoroti isu kebebasan wanita dihadapan lelaki, namun penayangan Drupadi justru mendapatkan kritik keras dari sisi nilai poliandri yang bukanlah tatanan nilai ajaran umat Hindu.

7. 10.000 BC (2008)

Film Kolosal Keraan - 10.000 BC (2008)
10.000 BC (2008)

Mencari drama kolosal yang lebih dari sekadar perebutan tahta? Inilah jawaban yang tepat untukmu! Sesuai dengan judulnya, film ini menggambarkan bagaimana kehidupan manusia di masa pra-sejarah.

Kesan umum yang selalu terngiang saat mendengar pra-sejarah seperti berburu dan nomaden tidak dibuyarkan begitu saja saat menonton.

Dengan ciri ini, D’leh yang merupakan salah seorang suku Yagahl harus hidup berpindah. Dan karena inilah ia menemukan cintanya, Evolet.

Namun karena hidupnya ini pula membuat ia dan sukunya rawan terjebak penculikan. Tak hanya anggota suku, bahkan Evolet pun juga ikut menjadi korban. Dengan berbagai cara D’leh terus mencari jalan menyelamatkan Evolet.

Tanpa ia sadari, penculikan ini mengajaknya menganalisa dunia luar yang ternyata kejam dan jauh lebih mengerikan.

Keinginan untuk menyelamatkan Evolet pun kemudian berganti untuk menyelamatkan seluruh anggota Yagahl.

8. 13 Assassins (2010)

Familinia - 13 Assassins (2010)
13 Assassins (2010)

Menawarkan latar kerajaan Jepang abad lalu, 13 Assassins mengisahkan perjalanan sekelompok samurai dalam menghadapi kekuasaan Jepang.

Dalam suasana pemerintahan Tokugawa, seorang petinggi Naritsugu menjadi momok menakutkan bagi seluruh masyarakat. Tindakannya seringkali sewenang-wenang dengan berbagai kekerasan yang mewarnai.

Dengan posisinya yang mudah mempermaikan hukum hanya ada satu cara yang mampu memberinya pelajaran.

Seorang Samurai senior Shinzaemon pun dikerahkan untuk memberikan kemampuan terbaiknya menyusun siasat bersama 11 orang lainnya yang ia rekrut.

Tapi jangan salah, tidak semua samurai pilihannya sejalan dengan idenya. Apalagi bergabungnya samurai ke-13 yang ditemuinya di hutan belantara membuat karakter kelompok ini semakin dinamis.

Perlawanan menjadi lebih menantang ketika mereka harus menghadapi pasukan Naritsugu yang jauh lebih banyak dari perkiraan mereka.

Aksi perlawanan dalam melawan tirani ini wajib kamu ikuti.

9. The Fortress (2017)

Familinia - The Fortress (2017)
The Fortress (2017)

Kaya akan sejarah kekuasaan, Korea Selatan ikut menyumbang kisah kolosal ke dalam layar lebar yang siap kamu nikmati.

Mengisahkan tentang penyerangan Dinasti Joseon oleh Dinasti Qing dari Tiongkok. Tokoh penting dalam penyerangan ini digambarkan sebagai Choi Myung Gil dan Kim Sang Hun yang berhasil menyelamatkan diri ke arah pegunungan.

Permasalahan mulai memanas ketika konflik internal tak bisa dihindari antara keduanya. Disaat Choi Myung Gil lebih memilih untuk menyusun strategi kemenangan yang diplomatis, Kim Sang Hun cenderung ingin menyelesaikan semuanya dengan angkat senjata demi menjunjung harga diri kerajaan.

Keadaan semakin mencekam karena mereka tetap harus bertahan diri ditengah kondisi alam yang tak bersahabat.

Dengan efek sinematografi yang mengagumkan, salah satu film kolosal terbaik ini berhasil meraih beberapa penghargaan dengan predikat Box Office lho!

10. Robin Hood (2018)

Familinia - Robin Hood (2018)
Robin Hood (2018)

Dalam satu dekade terakhir, Robin Hood memang telah dibuat beberapa kali produksi ulang. Dan kali ini Robin Hood kembali hadir dengan alur yang sedikit ditarik kebelakang.

Sebagai veteran prajurit perang salib, peperangan itu justru mengantarkan Robin pada pertemuannya dengan John dari bangsa Moor. Keduanya saling belajar tentang memanah dan taktik lainnya demi membalaskan dendam Robin pada Sherrif karena merampas kastil Nottingham sewenang-wenang.

Keinginan sederhananya nyatanya tumbuh lebih menakjubkan dan Robin pun siap mengungkap sesuatu yang besar dibalik kuasa sang Sherrif.

Fakta mengejutkan ini berhasil memacu Robin untuk mencuri seluruh pajak pungutan Sherrif yang kemudian dikembalikan ke rakyat.

Berbeda dari beberapa produksi sebelumnya, karakter Robin dan lainnya dalam film ini ditampilkan lebih segar dan modern. Dilengkapi lagi dengan kesan romansa antara Robin yang memikat Marian, pengalaman menonton Robin Hood terasa lebih menarik dari sekadar pertarungan mendebarkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here