5 Fungsi Jaringan Parenkim Beserta Strukturnya, Yuk Disimak!

Fungsi Jaringan Parenkim

Jaringan parenkim nama lainnya adalah jaringan dasar yang berarti setiap bagian dari tumbuhan memiliki jaringan ini. Jaringan ini terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur morfologi dan fisiologi dengan berbagai variasi dan jaringan tersebut mengerjakan seluruh kegiatan dalam proses fisiologi.

Jaringan perenkim selnya atau massanya tersebar luas ke seluruh organ tanaman. Sel-sel parenkim juga memiliki ruang yang lebar sehingga selnya tidak rapat dan sel tersebut pada umumnya berbentuk isodiametris dan cenderung bulat.

Parenkim sendiri terdapat di bagian-bagian seperti akar, batang, daun, dan buah. Jaringan parenkim terdapat di tumbuhan berkayu dan non berkayu. Jaringan parenkim umumnya terdapat di empulur dan korteks.

Fungsi Jaringan Parenkim

Fungsi Jaringan Parenkim 2

Jaringan parenkim berasal dari tubuh primer. Macam-macam parenkim antara lain: parenkim asimilasi (klorenkim), air, dan udara. Bentuk sel parenkim adalah segi enam dengan memiliki banyak vakuola yang mampu bersifat meristematik. Memiliki ruang antar sel sehingga letaknya juga tidak rapat.

Berikut ini adalah fungsi dari jaringan parenkim, antara lain:

1. Menyimpan Cadangan Makanan

Bagian yang menjalankan fungsi atau tugas dalam jaringan ini adalah jaringan parenkim penimbun. Biasanya berada di empulur batang, bagian umbi lapis, bagian umbi akar, bagian rizhoma, atau di bagian biji dan buah.

Cadangan makanan tersebut disimpan ke dalam jaringan parenkim dengan isi kelebihan atau sisa dari hasil fotosintesis setelah digunakan untuk melakukan metabolisme. Cadangan makanan yang disimpan berupa pati atau karbohidrat, kadang juga protein, dan lemak yang bisa ditemukan didalamnya.

Jaringan parenkim penimbun memiliki ciri-ciri, antara lain seperti adanya larutan vakuola pada selnya mengandung gula terlarut dan senyawa N. jaringan ini juga terdapat cairan sitoplasma yang mengandung protein dan minyak. Selain itu terdapat kristal pati misalnya endosperm, kotiledon, dan umbi-umbian maupun buah.

2. Sebagai Tempat berlangsungnya Fotosintesis

Jaringan parenkim juga bisa dijadikan sebagai tempat berlangsungnya terjadinya fotosintesis atau yang bisa disebut juga sebagai asimilasi. Dalam hal ini, jaringan parenkim asimilasi yang melakukan tugas atau fungsi ini.

Pada umumnya terdapat pada mesofil daun, bagian palisade, bagian batang yang masih muda dan masih hijau, maupun bagian buah pentil dan tunas. Ciri-ciri dari jaringan parenkim asimilasi antara lain: terdapatnya kloroplas atau tempat terjadinya fotosintesis. Kloroplas berisikan klorofil atau zat hijau daun. Hijau daun tersebut bisa menjadi katalisator dalam proses fotosintesis.

Sebagian hasil fotosintesis digunakan untuk proses dalam tumbuhan dan digunakan untuk cadangan makanan. Cadangan makanan tersebut bisa berupa tepung, gula, lemak, protein, dan semua cadangan makanan tersebut disimpan dalam empulur batang, bagian umbi lampir, bagian umbi bakar, dan bagian biji.

3. Tempat Penyimpanan Cadangan Air

Jaringan parenkim sebagai tempat penyimpanan cadangan air dan tumbuhan-tumbuhan tersebut hidup di daerah kering seperti di tumbuhan kaktus, lidah buaya, dan tumbuhan-tumbuhan xerofit lainnya.

Pada tumbuhan yang hidup secara menempel (epifit) dan tumbuhan yang habitatnya di daerah kering (sekulen) dan tidak bisa tumbuh besar jaringan ini sering ditemukan.

4. Sebagai Jaringan Pengangkut

Jaringan parenkim juga bisa berfungsi sebagai jaringan pengangkut (untuk membantu xilem dan floem) dalam menjalankan tugasnya. Jaringan parenkim bertugas menghubungkan jaringan bagian luar dan dalam pada batang. Tugas tersebut dilaksanakan oleh jaringan parenkim jari-jari empulur.

5. Tempat Penyimpanan Udara

Jaringan parenkim berfungsi sebagai tempat penyimpanan udara dimana didapat atau dapat ditemukan di tumbuhan-tumbuhan yang hidup di air (hidrofit), seperti tumbuhan eceng gondok, tumbuhan genjer, tumbuhan apu-apu, tumbuhan teratai, dan tumbuhan sejenis lainnya.

Jaringan parenkim udara memiliki ciri-ciri, antara lain: terdapat ruang antar sel yang cukup besar atau yang bisa disebut juga dengan kantung. Ruang antar sel menjadi rongga udara yang merupakan salah satu bentuk adaptasi dalam morfologi tumbuhan.

Adanya ruang sel yang besar membuat tumbuhan hidrofit dapat hidup mengambang dan tidak mengalami kelebihan air meski berada dalam lingkungan perairan sepanjang waktu. Jaringan parenkim sebagai tempat penyimpan udara yang disebut dengan aerenkim.

Bagian aerenkim terdapat di bagian daun dan batang pada tumbuhan hidrofit. Selain penjelasan-penjelasan di atas, jaringan parenkim juga bisa digunakan atau memiliki fungsi untuk melindungi jaringan yang berada di dalamnya.

Jaringan palisade atau pagar digunakan untuk proses fotosintesis karena sel-selnya mengandung kloroplas. Jaringan kolenkim untuk memperkokoh struktur dan organ pada tumbuhan muda. Jaringan kolenkim sendiri terdapat empat jenis atau tipe, yaitu: kolenkim angular (sifatnya menebal pada titik kontak interselular), kolenkim tangential (selnya tersusun menjadi baris dan menebal pada sisi tangential dinding sel).

Kolenkim annular dinding selnya lebih menebal secara serempak dan kolenkim lacunar memiliki ruang interselular. Jaringan parenkim bunga karang berfungsi sebagai tempat terjadinya proses fotosintesis. Hal tersebut dikarenakan jaringan parenkim mengandung kloroplas dalam jumlah kecil dan sebagai tempat penyimpanan hasil fotosintesis.

Tambahan informasi bahwa xylem bertugas sebagau pengangkut air dan mineral dari akar menuju ke daun. Sedangkan untuk floem berfungsi sebagai pengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

Struktur Jaringan Parenkim

Struktur Jaringan Parenkim

Berikut ini adalah penjelasan tentang struktur-struktur dari jaringan parenkim, yaitu:

Ruang antar sel bisa terbentuk secara skizogen dan lisigen dimana perkembangannya pada dinding primer terbentuk antara dua sel baru. Rongga kecil berkembang dan lamella tengah baru berhubungan dengan dinding sel induknya.

Dinding sel yang berhadapan dengan rongga kecil mengalami disintegrasi. Hal tersebut membuat pembentukan rongga interseluler yang dapat diperbesar. Ruang antar sel pada tangkai daunt alas terbentuk karena adanya proses lisigen dimana susunan sel daunt alas terlihat seperti ada kerusakan sel sehingga isi sel otomatis menghancurkan diri dan terbentuk ruang antar sel.

Larutan vakuola sendiri adalah gula terlarut dan senyawa N dalam akar Beta vulgaris. Cairan dalam plasma yaitu adanya protein dan minyak dalam endosperm biji Ricinus communis. Kristal sendiri adalah pati dalam endosperm, kotiledon, buah, dan sejenisnya.

Berikut adalah ciri-ciri dari jaringan parenkim adalah:

  1. mempunyai dinding sel tipis dan mengalami penebalan yang terdiri dari selulosa yang masih lentur.
  2. dinding sel jarang mengandung lignin, kecuali organ yang telah tua.
  3. dinsing sel yang telah menebal pada umumnya mempunyai plasmodesmata yang dapat membantu kelancaran dalam pertukaran zat.
  4. mempunyai sel-sel yang masih hidup.
  5. di bagian ruang tengah terdapat ruang sentra vakuola besar yang berisi zat-zat makanan cadangan.
  6. dalam protoplasma terdapat plastida (leukoplas, kloroplas, dan kromoplas).
  7. terdapat ruang antar sel (intercellular spaces) yang bertugas untuk melakukan pertukaran atau peredaran gas-gas.
  8. sel parenkim banyak berbentuk segi banyak (polihedral).

Sifat-sifat dari jaringan parenkim itu sendiri, antara lain:

  1. berbentuk segi enam.
  2. bersifat meristematik.
  3. selnya hidup dan mempunyai dinding tipis dan berukuran besar.
  4. memiliki jumlah yang banyak dalam hal vakuola.
  5. memiliki ruang antar sel sehingga membuat hal tersebut letaknya menjadi tidak terlalu padat.

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang jaringan parenkim mulai dari pengertian, fungsi, dan struktur dari parenkim itu sendiri. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca dalam memaknai hal tersebut. Materi tersebut.

Leave a Reply