9 Gejala Usus Buntu yang Harus Anda Ketahui Sejak Dini Agar Tidak Terlambat Penanganannya

Gejala Usus Buntu

Secara umum usus buntu merupakan penyakit yang tidak asing di telinga masyarakat. Namun walaupun masyarakat mengetahui mengenai adanya penyakit usus buntu, namun masyakarat hanya mengetahui penyakitnya saja tanpa mengetahui gejala-gejalanya. Kebanyakan dari mereka akan mengetahui mereka terkena penyakit usus buntu apabila tengah memeriksakan ke dokter.

Apabila penyakit usus buntu tidak segera ditangani maka akan terjadi pembengkakan dan pada akhirnya akan pecah dimana nantinya akan menyebar ke seluruh rongga perut sehingga menyebabkan infeksi menyebar secara luas. Oleh karena itu sangat penting mengetahui gejala awal terjadinya penyakit usus buntu sehingga ketika anda mengalaminya maka dapat dilakukan pertolongan medis untuk penanganan lebih awal untuk mencegah usus buntu semakin parah dan mengancam kejiwaan.

[toc]

Gejala Usus Buntu

Gejala utama yang biasanya dialami oleh pasien adalah rasa sakit pada bagian perut kanan bawah. Rasa sakit itu akan menjalar ke perut tengah dan menimbulkan rasa terbakar dan bertahan selama beberapa jam kemudian menghilang. Beberapa gejala yang merupakan tanda seseorang mengalami penyakit usus buntu adalah sebagai berikut:

gejala usus buntu
Tanda dan gejala usus buntu

1. Nyeri perut dan nyeri otot

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa salah satu gejala usus buntu adalah nyeri perut. Pada saat organ terinfeksi, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan suatu protein yang disebut histamin. Histamin inilah yang menyebabkan rasa sakit pada perut. Nyeri perut pada pasien usus buntu sering disalah artikan sebagai nyeri lambung atau nyeri menstruasi.

Nyeri perut yang dirasakan penderita usus buntu awalnya akan merasakan sakit pada bagian perut dan setelah beberapa jam kemudian maka rasa nyeri akan beralih ke bagian perut kanan bawah pada titik McBurney. Bila terdapat rangsangan maka biasanya penderita usus buntu akan mengeluh sakit perut apabila berjalan ataupun ketika sedang batuk.

2. Perut membengkak

sakit perut
Image: iJandK

Pada penderita usus buntu perut akan membengkak. Perut yang membengkak memiliki hubungan yang erat dengan ketidakmampuan penderita usus buntu untuk mengeluarkan gas didalam perutnya dan tentu saja hal tersebut membuat penderita mengalami sensasi yang tidak nyaman. Hal ini dikarenakan adanya akumulasi gas yang dihasilkan oleh sistem pencernaan yang tersumbat dan tidak dapat dikeluarkan.

Perut yang membengkak juga merupakan komplikasi dari membesarnya organ hati yang berperan dalam proses detoksifikasi. Gejala ini akan muncul yang menandai bahwa usus buntu penderita telah mengalami peradangan. Tak hanya perut yang membengkak namun rasa nyeri dan perih juga hadir secara bersamaan.

3. Diare

Salah satu gejala yang akan dialami oleh penderita usus buntu yaitu diare. Apabila anda mengalami diare yang tak kunjung sembuh dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama maka anda perlu waspada karena hal tersebut merupakan salah satu gejala permulaan infeksi usus buntu. Diare yang terjadi secara terus menerus dikarenakan usus yang tidak sempurna dalam melakukan proses sekresi diakibatkan terdapat bakteri di dalam usus.

Gejala diare ditandai dengan feses atau tinja yang cair. Biasanya jika seseorang menderita diare maka itu merupakan tanda bahwa orang tersebut mengalami masalah pada sistem pencernaannya. Pada saat terjadi infeksi pada usus buntu, usus besar akan kehilangan kemampuan untuk menyerap kembali cairan dalam sisa makanan sehingga tinja menjadi cair. Ketika penderita diabetes mengalami diare maka akan disertai dengan keluarnya lendir.

4. Mual dan muntah

Mual dan muntah
Image: MomJunction

Salah satu gejala usus buntu yaitu mual dan muntah yang dirasakan oleh penderitanya. Penderita usus buntu biasanya mengalami mual dan muntah yang akan disertai nyeri pada bagian perut. Mual dan muntah akan terjadi selama 1 hingga 3 kali dalam sehari. Mual dan muntah terjadi akibat obstruksi usus kecil dan infeksi virus gastroenteritis.

Pada saat organ usus buntu terinfeksi oleh bakteri, organ hati yang berfungsi dalam proses detoksifikasi atau penawar racun akan membengkak dan menekan lambung. Kondisi lambung yang tertekan hati akan menyebabkan penderita merasa mual. Jika kadar asam lambung cukup tinggi maka penderita juga akan memuntahkan isi perutnya.

5. Sulit buang gas

Gas yang menumpuk diperut dan tidak dapat dikeluarkan dapat menyebabkan seseorang akan sulit kentut. Ada beberapa penyebab seseorang sulit kentut antara lain radang usus buntu. Pada saat terjadi ketidakberesan dalam sistem pencernaan seperti halnya infeksi pada usus buntu, tubuh akan mengalami kesulitan dalam mengeluarkan gas sisa pencernaan atau dalam istilah medisnya disebut dengan flatulensi. Biasanya masyarakat menganggap perut kembung dan sulit buang gas disebabkan oleh masuk angin, padahal bisa jadi sulit buang gas merupakan tanda adanya penyakit usus buntu.

Membuang gas merupakan suatu hal yang normal terjadi setiap harinya di kehidupan manusia. Normalnya Seseorang akan mengeluarkan gas kira-kira sepuluh kali dalam sehari. Gas dari dalam tubuh akan diproduksi dari udara luar yang dihirup serta bakteri yang berada diusus mencerna makanan sehingga ikut berperan menghasilkan gas di dalam perut.

6. Konstipasi

diare
Image: Live Science

Konstipasi atau sulit buang air besar adalah salah satu gejala usus buntu. Jika seseorang mengalami konstipasi, ia tidak bisa buang air besar secara teratur atau bahkan tidak bisa sama sekali. Seseorang yang mengalami konstipasi biasanya akan buang air bedar sebanyak 3 kali dalam seminggu atau bahkan bisa kurang dari itu.

Penderita konstipasi akan merasakan pergerakan di usus yang terasa melilit dan nyeri pada perut. Hal ini terjadi karena pada saat usus buntu terinfeksi, usus besar tidak dapat melakukan proses defekasi atau pengeluaran feses secara normal. Konstipasi terjadi akibat dampak peradangan pada usus buntu yang menyebabkan terganggunya metabolism tubuh sehingga terjadilah perembesan makanan oleh usus dan mengalami gangguan.

7. Demam

Tubuh manusia akan bereaksi terhadap perubahan yang terjadi di dalamnya termasuk saat terjadi peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Demam dapat terjadi karena sistem kekebalan melepaskan sel pirogen untuk meningkatkan suhu tubuh, dimana peningkatan suhu tubuh ini bertujuan untuk membunuh bakteri di dalam tubuh. Demam pada penderita usus buntu biasanya akan terjadi tidak lama setelah bakteri menginfeksi usus buntu.

Demam pada penderita usus buntu tidak setinggi demam pada penderita demam berdarah. Demam yang dialami penderita usus buntu tergolong ringan yaitu berada pada suhu 37,50C dan 38,80C. pada saat penderita usus buntu mengalami demam maka akan disertai dengan otot yang kaku. Adapaun gejala demam pada penderita usus buntu yaitu mengalami meriang biasa.

8. Kehilangan nafsu makan

hilang nafsu makan
Image: Babypedia

Berbagai gejala yang muncul dan mengganggu fungsi pencernaan seperti rasa mual, muntah dan perut kembung akan berpengaruh terhadap nafsu makan seseorang. Penderita usus buntu akan merasa kesulitan untuk mengkonsumsi makanan normal sehingga memerlukan asupan makanan yang bertekstur lebih halus.

Pada umumnya penderita usus buntu akan merasakan sakit pada bagian daerah perutnya sehingga hal tersebut berakibat pada kehilangan nafsu makan. Gejala ini disertai penderita merasa lelah, letih, lesu dan terlihat tidak memiliki semangat dalam melaksanakan aktivitas sehari-harinya. Hal tersebut terjadi dikarenakan penderita usus buntu tidak mendapatkan asupan energi yang baik untuk tubuhnya.

9. Sering sendawa

Bersendawa merupakan hal yang lumrah dan semua orang pernah mengalaminya. Sendawa adalah suatu proses dimana udara akan dikeluarkan dari dalam perut melalui kerongkongan. Sendawa akan berakibat pada rasa yang tidak nyaman pada perut. Pada umunya, orang-orang yang mengalami sendawa merupakan tanda bahwa orang tersebut dalam keadaan kenyang setelah mengkonsumsi makanan dan juga pada saat perut kembung.

Namun apabila seseorang sering mengalami sendawa maka dapat dicurigai sebagai salah satu gejala penyakit usus buntu. Bila terjadi sendawa yang terus menerus maka hal tersebut merupakan pertanda adanya masalah pada sistem pencernaan. Seperti yang telah dibahas diatas bahwasanya penyakit usus buntu berawal dari masalah pada sistem pencernaan.

Penutup

Demikianlah penjabaran mengenai gejala-gejala atau ciri-ciri apabila seseorang menderita penyakit radang usus buntu. Gejala usus buntu yang dipaparkan diatas merupakan gejala umum yang muncul dan dikeluhkan oleh penderita usus buntu.

Ketika terdapat satu gejala diatas yang anda alami belum tentu anda secara otomatis akan menderita penyakit usus buntu, oleh sebab itu apabila anda mengalami hal-hal diatas segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis lebih lanjut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here