loading...

Tomat merupakan tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tumbuhan dari keluarga Solanaceae ini sering dianggap sebagai sayuran meskipun strukturnya adalah struktur buah.

Buah yang memiliki kandungan vitamin C tinggi ini disebut-sebut memiliki manfaat luar biasa pada bidang kecantikan, salah satunya adalah untuk mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit. Keberadaan kolagen dan likopen menjadikan buah ini memiliki kandungan antioksidan tinggi yang berguna untuk mencegah kerusakan kulit akibat panas matahari, polusi, kerutan, dan juga secara keseluruhan dapat meningkatkan keremajaan kulit.

Tomat merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan gizi tinggi dan dapat Anda masukkan ke dalam menu diet sehari-hari Anda. Karena selain dapat meremajakan kulit Anda, manfaat tomat yang lainnya bisa Anda lihat dibawah ini:

1. Kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral

manfaat tomat

Tomat memiliki kandungan likopen tinggi yang efektif untuk mencegah kanker akibat radikal bebas. Aktivitas likopen pada tomat ini membantu memerangi kanker dan telah terbukti efektif untuk memerangikanker prostat, kanker serviks, kanker perut dan rektum, serta juga kanker tenggorokan. Berdasarkan studi yang dilakukan Harvard School Public Health, likopen pada tomat juga mampu untuk mencegah kanker payudara dan kanker mulut.

Selain kandungan antioksidannya yang tinggi, satu buah tomat juga mengandung sekitar 40% vitamin C. Vitamin C merupakan antioksidan alami yang mampu mencegah dan melawan kanker yang disebabkan karena radikal bebas akibat kerusakan sistem tubuh.

Tomat juga mengandung sejumlah vitamin A dan potassium yang tinggi. Selain itu, vitamin K juga tersedia pada buah ini. Vitamin K sendiri merupakan vitamin yang dibutuhkan untuk mempercepat penutupan bekas luka yang berdarah.

2. Mencegah kanker

Beberapa penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa kandungan likopen yang tinggi pada tomat berfungsi untuk mengurangi risiko terkena kanker prostat, kanker serviks, dan juga kanker perut. Likopen adalah antioksidan alami yang bekerja secara efektif memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Seorang ahli dari American Institute for Cancer Research melaporkan bahwa makanan yang mengandung likopen tinggi memiliki kemungkinan untuk mencegah kanker prostat. Pada percobaan yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa tomat memiliki kandungan likopen yang lebih tinggi apabila dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Likopen adalah antioksidan kuat yang telah terbukti menjadi zat anti-kanker pada berbagai penelitian di laboratorium. Tomat yang diuji pada laboratorium ini terbukti telah menghentikan perkembangbiakan berbagai sel kanker, diantaranya kanker payudara dan kanker paru-paru.

3. Menurunkan tekanan darah tinggi

Menurunkan tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi menyebabkan jantung bekerja lebih berat saat mensirkulasikan darah dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh yang berbeda. Hal ini dikarenakan arteri yang menjadi pengangkut darah tersebut sedang dalam keadaan tidak baik, yang lama kelamaan akan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh.

Kondisi ini akan memicu berbagai penyakit jantung. Selain itu, juga dapat menyebabkan timbulnya arteriosclerosis, kerusakan ginjal, kerusakan penglihatan, stroke, dan penyakit lain.

Tekanan darah tinggi adalah salah satu yang tidak bisa disembuhkan, tapi dapat ditangani agar tidak kambuh. Hal paling penting yang harus Anda lakukan adalah mengubah pola hidup Anda. Jadi, jika Anda ingin menghindari segala efek samping yang dapat ditimbulkan dari tekanan darah tinggi, Anda harus mengontrol makanan yang Anda konsumsi, seperti mulai mengonsumsi tomat yang rendah kalori dan juga rendah lemak.

Tomat diketahui mengandung potassium/kalium tinggi. Potasium adalah vasodilator, yang artinya merupakan senyawa yang dapat menurunkan tekanan dalam pembuluh darah dan arteri, dengan meningkatkan sirkulasi dan menurunkan stres pada jantung.

4. Mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)

Tomat merupakan buah dan sayuran yang paling sering dikonsumsi secara besar-besaran. Buah yang kaya dengan likopen, beta-karoten, asam folat, potassium, vitamin C, flavonoid, dan vitamin E ini disebut-sebut mampu mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

Likopen pada tomat mampu mencegah oksidasi serum lemak, yang kemudian akan mendesak sistem untuk melindungi sistem kardiovaskular seseorang. Konsumsi tomat secara teratur terbukti mampu menurunkan lever kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida pada darah. Kedua lemak tersebut merupakan penyebab utama timbulnya penyakit kardiovaskular dan kemudian akan menimbulkan penimbunan lemak pada pembuluh darah.

Proses pengolahan yang dilakukan sebelum pengonsumsian tomat, misalnya dengan cara pemanasan, dapat meningkatkan kandungan likopen pada tomat. Meskipun begitu, proses pemanasan dapat menghilangkan nutrisi lain yang terdapat pada tomat.

Senyawa-senyawa yang terdapat pada tomat telah terbukti dapat mencegah penyakit kardiovaskular dan dikonsumsi secara besar hampir di seluruh negara, untuk itu, Anda dapat menambahkan buah ini sebagai buah wajib yang harus selalu ada dalam menu diet Anda.

5. Mengurangi gejala asma

Mengurangi gejala asma

Peneliti kesehatan mengungkapkan bahwa antioksidan likopen yang terdapat pada tomat membantu sel asma pada anak kecil untuk memerangi virus dingin.

Virus dingin adalah salah satu penyebab utama asma yang menyebabkan penderitanya dilarikan ke rumah sakit.

Seorang peneliti mengungkapkan bahwa sejauh ini antioksidan yang bekerja secara maksimal dalam memerangi asma adalah likopen. Likopen yang terdapat pada tomat, anggur, semangka dan berbagai buah-buahan lain dalam jumlah yang berbeda ini dinilai dapat mencegah gejala asma akibat virus maupun karena suhu dingin.

6. Mencegah katarak

Salah satu manfaat tomat adalah untuk menyehatkan mata. Vitamin A yang terdapat pada tomat, mampu meningkatkan fungsi penglihatan pada seseorang. Vitamin A adalah antioksidan kuat yang terbentuk akibat kelebihan beta-karoten pada tubuh. Berbagai gangguan penglihatan pada umumnya disebabkan karena efek radikal bebas, dan vitamin A merupakan antioksidan yang kuat untuk menangkal radikal bebas.

Sebuah studi yang dilakukan menyelidiki efek dari ekstrak tomat segar terhadap pembentukan katarak. Hasil dari studi ini membuktikan bahwa antioksidan yang terdapat pada tomat bertindak sebagai agen pelindung saat radikal bebas bekerja membentuk katarak.

7. Mengurangi kadar gula darah

Mengurangi kadar gula darah

Mengontrol kadar gula darah adalah bagian penting untuk diet bagi penderita diabetes. Kadar gula darah normal dapat diperoleh apabila seorang pasien dapat menyeimbangkan antara asupan makanan, manajemen stress, dan olahraga yang dilakukan.

Tomat memiliki kandungan karbohidrat yang rendah. Kandungan karbohidrat rendah ini juga menolong seseorang untuk mengurangi pemasukan kalori ke dalam tubuhnya dan dapat membantu pasien mengurangi berat badan.

Tomat adalah buah yang kaya dengan vitamin C, vitamin E, dan beta-karoten, yang kesemuanya merupakan antioksidan alami. Buah ini juga mengandung flavonoid dan karoten seperti likopen dan lutein. Antioksidan-antioksidan ini melindungi tubuh dengan cara mengurangi oksidasi lemak. Proses ini adalah proses perusakan lemak oleh oksigen yang terdapat pada aliran darah atau sel membran.

Antioksidan juga membantu tubuh untuk meningkatkan fungsi enzim. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa antioksidan pada tomat dapat melindungi ginjal dan aliran darah, dua area yang paling sering terserang diabetes.

Selain itu, tomat memiliki banyak kandungan dalam buahnya, dan salah satu kandungan yang terdapat pada tomat adalah chromium. Chromium ini bekerja secara efektif untuk menjaga kadar gula darah tetap berada di batas normal. Sebuah studi yang dijabarkan pada Journal of The American Medical Association mengungkapkan bahwa konsumsi tomat secara teratur dapat menurunkan tingkat stress oksidatif pada diabetes tipe 2.

8. Mengatasi depresi

Tomat mengandung senyawa likopen, antioksidan yang berfungsi untuk mengurangi stress dan memperbaiki kerusakan pada sel otak. Berdasarkan sebuah studi, mengonsumsi tomat secara teratur setiap hari dapat mengurangi risiko depresi seseorang hingga 52 persen.

Sebuah penelitian dilakukan pada 986 orang Jepang berusia lebih dari 70 tahun. Pada penelitian tersebut dilaporkan bahwa orang yang mengonsumsi tomat 2 hingga 6 kali dalam seminggu mengalami penurunan depresi hingga 46 persen ketimbang mereka yang mengonsumsi tomat kurang dari 1 selama seminggu.

9. Mengatasi sembelit

Mengatasi sembelit

Sembelit, atau sering juga disebut konstipasi, adalah kelainan di dalam sistem pencernaan dimana seseorang mengalami pengerasan tinja sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan pada penderitanya.

Sembelit ini dapat menimbulkan risiko kanker usus. Orang yang menderita sembelit pada umumnya jarang mengonsumsi makanan berserat. Untuk itulah mengapa mengonsumsi tomat dapat menjadi salah satu cara pengobatan sembelit.

Tomat menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan mencegah konstipasi dan juga diare. Tomat juga mencegah penyakit kuning dan secara efektif membuang racun pada tubuh.

Tomat memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga dapat mengurangi gejala konstipasi. Jumlah serat yang cukup akan membantu gerak peristaltik pada otot-otot pencernaan, dan juga melepaskan gas dan cairan asam lambung.

10. Menguatkan tulang

Apakah Anda pernah bertanya-tanya darimana kah asal warna merah pada tomat?
Warna merah pada tomat berasal dari kandungan likopen yang tinggi. Likopen yang berperan sebagai antioksidan ini juga berfungsi sebagai pembentuk tulang.

Antioksidan melindungi kerusakan sel yang terjadi akibat radikal bebas, dan sebuah penelitian mengungkapkan bahwa likopen juga mampu melindungi dan menstimulasi osteoblast, yang merupakan sel penguat tulang yang dapat menyintesa dan mendeposit matriks tulang.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Nutrition, Health and Aging, mengungkapkan bahwa dengan sejumlah 14,22 mikrogram vitamin K per cup-nya, tomat hijau mampu meningkatkan massa tulang. Dalam jumlah cup yang sama, tomat hijau juga memiliki sejumlah 43,20 mg mineral esensial fosfor, yang juga membantu pembentukan dan perbaikan tulang.

Tomat juga memiliki kandungan vitamin K dan kalsium yang tinggi, sehingga dapat membantu tulang Anda menjadi lebih kuat.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

khasiat tomat

Memang benar bahwa terdapat banyak manfaat tomat yang sangat berguna bagi tubuh Anda. Meskipun begitu, bukan berarti Anda dapat mengonsumsi buah ini secara berlebihan.

Hal yang harus Anda perhatikan pertama kali sebelum mulai mengonsumsi buah ini adalah proses pemilihan buah dan proses pencucian. Tomat merupakan jenis buah dengan tingkat racun pestisida yang tinggi.

Oleh karena itu, pilihlah tomat organik dari petani-petani lokal. Setelah itu, cucilah tomat sampai benar-benar bersih sebelum Anda konsumsi. Selain itu, konsumsi berlebih pada tomat hijau dapat menyebabkan gejala seperti flu dan juga stress pada sistem perut.

Beberapa orang mengalami intoleran terhadap kandungan asam yang tinggi pada tomat. Tubuh mereka bahkan meresponnya sebagai serangan alergi yang dapat menyebabkan mereka susah bernapas, pembengkakakn lidah atau saluran tenggorokan, ataupun gejala yang lain.

Untuk beberapa orang, kandungan asam yang tinggi pada tomat dapat menyebabkan masalah pada sistem perut, termasuk kenaikan asam lambung dan kesulitan usus dalam mencerna. Selama asam lambung ini naik, asam pada perut akan naik sampai ke esophagus dan dapat menyebabkan rasa terbakar.

Jika kedua hal ini terjadi pada Anda, maka sebaiknya Anda menghindari mengonsumsi tomat dan mengonsultasikan hal ini kepada dokter Anda.

loading...