Anies Baswedan Resmikan Tugu Peti Mati, Ferdinand: “Sial Betul Nasib Jakarta”

Anies Baswedan resmikan Tugu Peti Mati (Instagram @aniesbaswedan)

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan baru saja meresmikan tugu ‘peti mati’ di Jakarta Utara pada Selasa, 1 September 2020. Peresmian ini ditanggapi dingin oleh politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Tugu Peti Mati

Anies Baswedan resmikan tugu peti mati ferdinand hutahaea
Anies Baswedan tugu peti mati (suara.com)

Berbagai cara Anies Rasyid Baswedan lakukan guna menyosialisasikan bahaya virus COVID-19, salah satunya adalah dengan membuat Tugu Peringatan COVID-19. Tugu Peringatan COVID-19 yang terletak di RW 14 Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara ini punya bentuk unik yakni peti mati. Mungkin peti mati ini sebagai simbol pesan agar masyarakat senantiasa waspada terhadap virus Corona yang telah merenggut banyak nyawa di Indonesia termasuk DKI Jakarta.

Baca Juga: Bikin Heboh! Ini 5 Fakta Pesta Gay di Kuningan Jakarta

Gubernur DKI Jakarta berharap monumen peringatan COVID-19 bisa membuat masyarakat patuh menerapkan protokol kesehatan. Pada tugu ‘peti mati’ tersbeut juga dituliskan jumlah pasien positif COVID-19 beserta jumlah pasien yang sudah meninggal.

Seperti diketahui, per Kamis 3 September 2020, DKI Jakarta kembali mendapatkan penambahan 1.406 kasus baru sehingga jumlah akumulasi pasien positif COVID-19 di DKI Jakarta per kemarin adalah 43.709 orang. Meski angka tingkat kesembuhan pasien COVID-19 adalah 74,2 persen, angka tingkat kematian pasien Corona ddi DKI Jakarta adalah 2,9 persen atau sekitar 1253 orang.

Kritik Pedas Ferdinand

https://twitter.com/tjhinfar21/status/1301389612242202624

Namun, langkah Anies Baswedan untuk membuat Tugu Peringatan COVID-19 di DKI Jakarta dirasa tidak tepat oleh politikus partai Demokrat, Ferdinand. Ia menilai kebijakan yang dibuat sang Gubernur DKI Jakarta tidak jelas dan seakan kontradiktif dengan semangat melawan vpandemi virus Corona.

“Saya kalau melihat foto ini (peresmian Tugu ‘Peti Mati’ COVID-19) rasanya ingin memaki. Untung saya masih bisa mengendalikan emosi (agar tidak memaki),” cuit Ferdinand Hutahaean di Twitter pribadinya.

Tak berhenti sampai di situ, ia menyebut bahwa beberapa kebijakan yang dibuat Anies Baswedan untuk Jakarta tidak tepat.

“(Tugu Peringatan COVID-19) Peti mati dibuat, demo diizinkan, kerumunan diizinkan, ganjil genap dilakukan. Anda (Anies Baswedan) tidak jelas kebijakannya!,” protes Ferdinand.

Baca Juga: Novel Baswedan Positif Covid, Anak dan Istri Tertular

Dalam cuitannya, Ferdinand mengatakan bahwa Jakarta sedang mengalami nasib buruk karena dipimpin oleh Gubernur saat ini.

“Sial betul nasib DKI Jakarta punya Gubernur seperti ini (Anies Baswedan),” Ferdinand berpendapat.

Meta Des:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here