6 Cara Mencegah Kanker Serviks yang Wajib Dilakukan oleh Setiap Wanita

Kanker Serviks merupakan salah satu penyakit ganas dan mengerikan yang dapat menyerang wanita. Oleh sebab itu, kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang sangat menakutkan dikalangan wanita. Kanker Serviks adalah kanker yang menyerang leher rahim yang disebabkan oleh infeksi HPV (Human Papilloma Virus). Pada umumnya, seorang wanita yang rentan terjangkit kanker serviks yaitu wanita yang berada diumur sekitar 35 hingga 55 tahun.

Seseorang yang terjangkit penyakit kanker serviks sulit untuk sembuh total. Walaupun seorang penderita kanker serviks telah dinyatakan sembuh oleh pihak dokter, namun sembuh dalam arti virusnya hanya beristirahat bukan sembuh total dan virusnya menghilang.

Seorang penderita kanker serviks dinyatakan sembuh, apabila dilakukan pengangkatan rahim tapi bagi seorang wanita, rahim adalah aset terbesar terutama untuk mereka yang ingin mendapatkan keturunan. Oleh sebab itu, wanita harus mewaspadai kanker serviks dengan cara melakukan pencegan sejak dini. Berikut ini akan dipaparkan cara mencegah kanker serviks.

Cara Mencegah Kanker Serviks

Meskipun belum diketahui secara pasti bagaimana cara mencegah kanker serviks. Kita dapat mencegah kanker dengan mengendalikan faktor-faktor penyebabnya. Berikut adalah cara untuk mencegah timbulnya kanker serviks :

1. Lakukan screening

Screening kanker serviks atau yang juga disebut dengan pap smear adalah metode untuk memeriksa kesehatan sel pada jaringan organ leher rahim. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sel dari leher rahim dan diperiksa secara mikroskopis. Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui apabila terjadi kelainan pada sel leher rahim yang berpotensi menjadi kanker atau dengan kata lain dengan melakukan screening dapat mendeteksi kanker serviks sejak dini.

World Health Organization (WHO) menyarankan kepada para wanita untuk melakukan skrining pap smear dilakukan minimal satu kali selama hidup. Wanita usia 25-49 sebaiknya rutin melakukan pap smear tiga tahun sekali. Pemeriksaan rutin pap smear dapat dihentikan apabila anda sudah berusia lebih dari 65 tahun dan selalu mendapatkan hasil tes yang normal.

Hal ini juga berlaku pada wanita yang sudah melakukan operasi pengangkatan rahim yang disebabkan oleh penyakit non-kanker lainnya seperti fibroid. Tiap metode screening memiliki keefektifan, kepraktisan, kemudahan dan dari tersedianya saran yang berbeda-beda. Oleh karena itu, saat ini disediakan beberapa alternatif screening kanker serviks yaitu :

  • Kolposkopi. Digunakan sebagai alat pemeriksaan awal dan pemeriksaan lanjut dari hasil test pap smear yang abnormal. Namun, kolposkopi jarang digunakan dikarenakan biayanya yang cukup mahal.
  • Servikografi. Digunakan untuk melihat kelainan porsio dan untuk membuat pembesaran pada foto pemeriksaan porsio digunakan 3-5% asam asetat.
  • Pap net. Merupakan bagian dari pemeriksaan pap smear yang berguna untuk mengidentifikasi sel abnormal dengan bantuan komputerisasi.
  • Tes Molekular HPV-DNA. Membuktikan 90% kandiloma serviks, NIS dan kanker serviks mengandung HPV-DNA
  • Inspeksi Visual dengan asam Asetat (IVA). Merupakan metode screening yang sering digunakan karena mudah, praktis serta alat yang digunakan sederhana. Pemeriksaan serviks dengan metode IVA menggunakan speculum yang sudah diolesi 3-5% asam asetat. Ketika lesi pra kanker terlihat bercak warna putih dapat disimpulkan bahwa hasil test IVA positif sehingga dapat dilakukan tindak lanjut dengan melakukan biopsy.

Faktanya capaian angka screening di Indonesia kurang dari 5% dimana target pencapaiannya sekitar 80%. Hal ini menunjukkan bahwa angka screening di Indonesia masih sangat rendah berbeda dengan negara maju yang menggunakan screening dapat menurunkan angka kematian akibat kanker serviks hingga 60% dalam waktu 20 tahun.

Sebagaimana diketahui bahwa screening merupakan cara untuk mendeteksi kanker sejak dini, namun dikarenakan angka screening yang sangat rendah dari capaikan maka sekitar 70% penderita kanker serviks akan terdiagnosis pada stadium lanjut.

Kondisi seperti ini akan menyebabkan tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kanker serviks. Oleh karena itu, screening sangat penting dilakukan para wanita sehingga dapat mencegah dan mengurangi penderita kanker serviks.

2. Menjaga berat badan

Cara Mencegah Kanker Serviks
Image: Doctors Weight Loss Center of Cary

Kunci dari tubuh yang sehat adalah berat badan yang normal, namun tidak semua orang memiliki berat badan yang normal. Saat ini, Indonesia dihadapkan pada masalah gizi ganda yaitu kekurangan dan kelebihan gizi.

Tahukah anda bahwa kelebihan gizi dapat berakibat pada kanker serviks? Kelebihan gizi biasanya dikaitkan dengan obesitas. atau kelebihan berat badan. Obesitas merupakan kata lain dari kelebihan berat badan dan kelebihan berat badan merupakan faktor risiko terjadinya kanker serviks. Wanita yang kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi mengidap adenokarsinoma kanker.

Seorang wanita sangat mudah mengalami kenaikan berat badan dan sulit untuk menjaga berat badannya. Oleh sebab itu, seorang wanita harus mampu menjaga berat badannya. Adapun cara yang tepat untuk menjaga berat badan yaitu :

  • Konsumsi makanan sehat. Perbanyak konsumsi buah dan sayur. Hindari makanan yang mengandung banyak kalori tinggi seperti makanan yang berminyak dan berlemak, minuman bersoda, cokelat dan lain-lain
  • Rutin berolahraga. Paling tidak melakukan olahraga selama 30 menit dalam sehari walau hanya berjalan kaki juga tidak masalah

3. Lakukan hubungan sex dengan cara yang aman

Lakukan hubungan sex dengan cara yang aman
Image: Dynamite News

Virus HPV merupakan penyebab kanker yang ditularkan melalui hubungan seksual. Oleh sebab itu, hindari melakukan hubungan intim dengan cara anal sex atau melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan.

Seorang wanita yang melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan dapat mengakibatkan terjadinya perubahan sel leher rahim. Penyebab perubahan sel leher rahim tersebut dikarenakan seringnya terendam sperma dengan kadar PH yang berbeda-beda sehingga terjadi perubahan displasia menjadi kanker.

Selain itu, faktor umur juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Terdapat sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kanker serviks dengan aktivitas seksual pada usia dini khususnya sebelum usia 17 tahun. Mengapa demikian? Hal ini diduga karena belum matangnya daerah transformasi pada usia tersebut. Semakin muda usia pertam kali melakukan seks maka semakin besar risiko daerah reproduksi terkontaminasi virus.

4. Hindari kehamilan dibawah umur

Hindari kehamilan dibawah umur
Image: Live Science

Seorang wanita yang hamil dibawah umur memiliki banyak dampak buruk baik itu untuk janinnya maupun untuk ibu hamilnya sendiri. Keadaan fisik dan organ reproduksi yang belum sempurna menyebabkan kehamilan dibawah usia 20 tahun menjadi sangat rentan karena mengalami kekurangan zat besi, perdarahan abortus bahkan hingga kematian.

Wanita yang hamil dibawah usia 20 tahun berisiko sebesar 58,5% menderita kanker serviks. Adapun dampak yang disebabkan oleh kehamilan dibawah umur yaitu:

a) Dampak Bagi Ibu

  • Keguguran. Seseorang yang hamil dibawah umur dapat mengalami keguguran yang terjadi secara tidak disengaja seperti halnya terkejut, cemas dan mengalami stress.
  • Anemia KehamilanAnemia pada kehamilan kebanyakan disebabkan oleh kurangnya zat besi. Zat besi sangat berperan penting pada masa kehamilan karena zat besi berfungsi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah sehingga dapat membentuk sel darah merah janin dan plasenta.
  • Kematian Ibu. Kebanyakan kematian ibu pada saat persalinan disebabkan oleh perdarahan dan infeksi

b) Dampak Bagi Bayi

  • Kelahiran bayi secara Prematur. Hal ini terjadi dikarenakan alat reproduksi yaitu rahim yang kurang matang sehingga belum siap saat proses kehamilan
  • Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Bayi dikategorikan termasuk BBLR apabila beratnya kurang dari 2.500 gram. Adapun kekurangan berat badan disebabkan oleh kurangnya zat gizi pada saat kehamilan serta umur ibu hamil kurang dari 20 tahun.
  • Kelainan bawaan. Kelainan yang terjadi saat pertumbuhan struktur organ janin. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kelainan bawaan yaitu kelainan genetik dan kromosom, infeksi, kelainan hormon dan faktor gizi.
  • Kematian Bayi. Kematian bayi disebabkan oleh BBLR, kehamilan kurang dari 37 minggu atau 259 hari serta lahir dengan asfiksia.

Kehamilan dibawah umur tidak dianjurkan dan hal ini tidak hanya berpotensi mengakibatkan kanker tetapi juga meningkatkan resiko penyakit lain. Usia yang tepat untuk memulai masa kehamilan adalah diatas 25 tahun.

5. Jauhi rokok

Cara Mencegah Kanker Serviks
Image: StyleWe Blog

Salah satu cara mencegah kanker serviks adalah dengan tidak merokok. Sebuah penelitian menyatakan bahwa rokok merupakan penyebab kanker serviks. Hubungan antara rokok dan kanker serviks dapat terjadi secara langsung yaitu dengan mengkonsumsi rokok dan secara tidak langsung yaitu melalui asap rokok yang terhirup.

Wanita yang merokok lebih mudah terkena kanker dan penyakit lain. Sebisa mungkin hindari asap rokok, karena meskipun anda bukan perokok, menghirup zat kimia yang berasal dari asap rokok juga meningkatkan resiko terkena kanker.

Bagi seorang wanita perokok perlu diketahui bahwa rokok yang terbuat dari tembakau memiliki bahan karsiogenik spesifik yang dimana bahan tersebut dapat dijumpai dalam lender dari mulut Rahim wanita perokok. Bahan karsinogenik tersebut dapat merusak DNA sel epitel skumoda dan bersama infeksi HPV dapat mengakibatkna tumbuhya sel-sel kanker serta dapat mencetuskan keganasan. Perokok aktif dan pasif memiliki risiko 2 sampai 5 kali lebih besar terjangkit kanker serviks dibandingkan dengan yang tidak merokok.

6. Vaksinasi

vaksinasi
Image: Conscious Life News

Secara umum, vaksin merupakan usaha untuk mencegah penyakit infeksi. Salah satu cara untuk memerangi kanker serviks yaitu dengan melakukan vaksinasi. Pada tahun 2006 ditetapkan sebuah vaksin untuk memerangi kanker serviks yaitu vaksin HPV. Pemberian vaksin HPV mampu memberikan perlindungan sebesar 89% sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian vaksin HPV sangat efektif untuk mencegah kanker serviks.

Siapa saja yang dapat diberikan vaksin HPV? Vaksin mulai diberikan kepada wanita umur 10 tahun atau wanita yang mulai mengalami menstruasi dan vaksin dapat diberikan hingga usia 55 tahun. Infeksi HPV ditularkan melalui hubungan seksual sehingga imunisasi diberikan untuk memberikan perlindungan.

Berapa lama vaksin dapat bertahan? menurut percobaan vaksin HPV yang dilakukan bahwa kadar anti bodi setelah mencapai puncak dan setelah imunisasi. Kadar tersebut dapat bertahan selama 48 bulan setelah vaksinasi. Infeksi HPV dapat berulang setelah beberapa tahun dan risiko mendapatkan infeksi baru sangatlah bergantung pada perilaku seksual.

***

Sehat itu mahal. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Sebuah ungkapan yang patut diketahui dan patut untuk diwaspadai karena tidak semua penyakit dapat sembuh secara total hanya dengan obat. Lebih baik mencegah sejak dari dini sehingga hidup yang hanya sekali tidak sia-sia dikarenakan kesehatan yang memburuhk. Oleh sebab itu, mulailah untuk lebih memperhatikan kesehatan anda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini