Terdengar Dentuman Misterius di Jakarta, Warganet Pertanyakan Asal Suara

DENTUMAN MISTERIUS JAKARTA
ilustrasi gledek dan petir (www.unsplash.com-Nikolas Behrendt)

Suara dentuman misterius keras terdengar di Jakarta pada Minggu malam dan Senin pagi, 20-21 September 2020 hingga menggegerkan warganet Twitter. Bunyi dentuman diakui sejumlah warganet terdengar sebanyak dua kali pada Minggu sekitar pukul 19.45 WIB dan Senin pagi, pukul 05.30 WIB.

Trending Twitter

Suara dentuman menjadi topik yang trending di Twitter Indonesia hingga Senin pagi ini. Sejumlah warganet mengungkapkan bahwa mereka mendengar suara dentuman kencang.

Baca Juga: 5 Fakta Kasus Mutilasi di Apartemen Kalibata City

“Ada suara, dentuman apaan ya?” cuit akun @ridwanhr

“Temen-temen gua yang di daerah Pasar Minggu, Kalibata, Tebet dan sekitarnya (juga) pada dengar dentuman beberapa menit lalu. Kira-kira apa ya? Stay safe everyone (jaga keselamatan semuanya),” cuit akun Twitter @BirkinDust.

“Mau dikira (dentuman itu) geledek tetapi kayaknya bukan karena frekwensinya rendah. Paku bumi juga enggak kayak gitu suaranya. Enggak tahu deh itu apa. Yang jelas (suara dentuman) frekwensinya rendah kayak “dheem” gitu,” akun @zwestykrisan mencoba menjelaskan pengalamannya.

Penjelasan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi dna Geofisika (BMKG) menduga asal suara dentuman misterius yang terdengar di sebagian wilayah DKI Jakarta pada Minggu malam terjadi akibat petir di Gunung Salak, Jawa Barat.

Seperti dilansir dari Kompas.com Ketua Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa pihaknya tidak mencatat adanya aktifitas gempa ketika warga melaporkan adanya suara dentuman tersebut. Namun, pada hasil monitoring petir, BMKG menemui adanya sejumlah aktifitas di kawasan Gunung Salak sekitar pukul 19.00-21.00 WIB pada Minggu, 20 September 2020.

“Suara dentuman (yang terdengar di Jakarta) malam ini tidak bersumber dari gempa bumi, tetapi ada dugaan bahwa suara tersebut bersumber dari petir. Hasil pengawasan petir oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan adanya beberapa aktivitas petir yang terjadi di sekitar Gunung Salak Bogor antara pukul 19.00 hingga 21.00 (tepat sekitar waktu terdengar dentuman),” terang Daryono.

Soal gempa bumi, memang gempa bisa memicu suara dentuman. Namun Daryono memastikan bahwa asal dentuman bukan berasal dari gempa.

Baca Juga: Geger Penemuan 5 Mayat ABK di Freezer Kapal Nelayan Indonesia

“Hasil pengawasan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) menggunakan sensor gempa yang terpasang dekat Jakarta menunjukkan bahwa tidak ada catatan aktifitas gempa yang terjadi di wilayah DKI dan sekitarnya antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB (perkiraan waktu terdengar dentuman),” pungkas Daryono.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here