18 Cara Mencegah Demam Berdarah (DBD) yang Bisa Kita Lakukan Sekarang Juga!

Demam berdarah (DBD) bukanlah hal yang tabu dikalangan masyrakat bahkan di seluruh pelosok Indonesia setidaknya satu dari warga di berbagai daerah di Indonesia pernah mengidap demam berdarah. Menurut World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara.

Sementara itu prevalensi DBD di Indonesia menurut Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016 mencatat bahwa provinsi dengan kasus DBD tertinggi yaitu berada di provinsi jawa barat sebesar 36.631 kasus sedangkan provinsi dengan Jawa Timur menempati posisi pertama dengan jumlah kasus DBD meninggal terbanyak sebesar 340 orang.

Penyakit ini adalah penyakit yang patut diwaspadai dikarenakan gejalanya yang hampir mirip dengan demam biasa sehingga perlunya pencegahan sejak dini untuk mencegah timbulnya penyakit.

[toc]

Cara Mencegah Demam Berdarah (DBD)

Pencegahan wabah demam berdarah dapat anda lakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal anda. Adapun hal-hal lain yang harus anda lakukan guna memberantas demam berdarah dengan cara sebagai berikut:

cara mencegah demam berdarah DBD

Pencegahan DBD yang Dapat Kita Lakukan

1. Tutup bak penampungan air

Salah satu cara untuk mencegah demam berdarah yaitu menutup tempat penampungan air. Biasanya masyarakat melupakan hal sekecil ini yang dimana sangat penting untuk dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam bak dan berkembang biak didalamnya. Seperti yang anda tahu bahwa bak mandi merupakan salah satu tempat favorit nyamuk untuk bertelur.

Petugas kesehatan yang berkeliling di rumah warga biasanya akan mendapatkan banyaknya jentik jentik di tempat penampungan air. Oleh sebab itu, sebaiknya anda melakukan penutupan pada bak penampungan air untuk mencegah anggota keluarga anda terjangkit wabah demam berdarah.

2. Gunakan insektisida

Cara Mencegah Demam Berdarah

Gambar: Bukalapak

Menggunakan insektisida merupakan salah satu upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Pemberantasan nyamuk dengan menggunakan insektisida biasanya disebut larvasidasi. Jika nyamuk terlanjur bertelur dalam bak dan muncul jentik-jentik nyamuk di air, gunakan bubuk abate yang berfungsi sebagai insektisida atau pembasmi serangga.

Penggunaan insektisida jenis abate merupakan penggunaan insektisida yang paling aman sesuai dengan rekomendasi dari World Health Organization (WHO). Untuk penggunaan abate sendiri yaitu setiap 10 liter air menggunakan 1 gram abate 1%.

3. Pelihara ikan kecil

Memelihara ikan kecil juga bisa anda terapkan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Hal ini sesuai dengan pedoman dari Kementrian Kesehatan dalam uppaya pencegahan demam berdarah pada tahun 2012.

Ikan tersebut nantinya akan memakan jentik-jentik nyamuk yang ada dalam air bak. Adapun jenis-jenis ikan tersebut antara lain ikan nila, ikan capung, ikan mujair atau anda bisa menggunakan ikan yang mudah di dapatkan seperti ikan cupang. Walau demikian masih terdapat warga yang menolak memelihara ikan di bak mandi dikarenakan bau amis yang berasal dari ikan tersebut.

4. Buang botol yang tidak terpakai

Cara Mencegah DBD

Gambar: theconversation.com

Buang botol atau wadah yang sudah tidak terpakai di tempat sampah. Botol dan wadah yang berserakan akan tergenang air khususnya pada musim hujan, sehingga nyamuk bisa berkembang biak pada genangan air tersebut.

Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) biasanya sangat kotor dan apabila petugas kebersihan telah mengangkut sampah terdapat banyak genangan air kotor sisa sampah. Perlu diketahui bahwa nyamuk Aedes Aegypti tidak hanya hidup di air bersih saja namun juga hidup di air kotor.

Oleh sebab itu, selain dengan cara membuang ke tempat sampah juga dapat dilakukan penguburan pada benda-benda yang sudah tidak terpakai. Selain itu, barang-barang yang tidak terpakai juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga seperti halnya mendaur ulang dan menjadikannya kerajinan tangan yang memiliki nilai guna.

BACA JUGA: Jangan Sepelekan 11 Gejala Demam Berdarah Ini!

5. Bersihkan selokan

Selokan merupakan tempat mengalirnya air sehingga disetiap rumah memiliki selokan. Selokan atau saluran air yang kotor juga merupakan tempat bersarangnya nyamuk. Membersihkan saluran air secara rutin dapat mencegah nyamuk berkembang biak.

Oleh sebab itu, diperlukan adanya acara gotong royong di lingkungan rumah warga sehingga keadaan rumah warga bersih dan warga juga mendapatkan arahan untuk membersihkan area rumah seperti selokan yang jarang dibersihkan. Jangan biarkan sampah-sampah berserakan di selokan rumah anda, karena hal tersebut membuat air tergenang dan menjadi sarang berkumpulnya nyamuk.

6. Gunakan lotion anti nyamuk

Gunakan lotion anti nyamuk

Gambar: Bukalapak

Menggunakan lotion anti nyamuk yang sudah banyak beredar di pasaran terbukti cukup ampuh untuk menghalau nyamuk. Gunakanlah lotion anti nyamuk terutama pada malam hari ketika anda hendak tidur karena pada malam hari intensitas nyamuk lebih banyak dan ketika anda tidur maka secara otomatis anda tidak akan menyadari ketika nyamuk tersebut menggigit.

Selain itu, gunakan juga lotion ketika hendak bepergian karena tanpa disadari tempat yang kita datangi juga bisa saja endemis DBD. Tak lupa ketika menggunakan lotion hendaknya mencuci tangan karena pada dasarnya lotion yang kita gunakan mengandung bahan kimia sehingga tidak baik untuk dikonsumsi. Apabila terjadi iritasi pada kulit anda, segeralah berhenti menggunakan lotion anti nyamuk tersebut.

7. Gunakan baju lengan panjang

Salah satu cara untuk mencegah dari gigitan nyamuk yaitu menggunakan baju berlengan panjang. Mengenakan baju lengan panjang cukup efektif untuk melindungi diri anda dari gigitan nyamuk yang dapat menyebabkan demam berdarah dengue (DBD).

Tidak hanya itu, gunakanlah celana panjang ataupun rok panjang karena nyamuk tidak akan membeda-bedakan bagian tubuh mana yang akan dijadikan sasaran gigitannya. Oleh sebab itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka sebaiknya anda mengikuti anjuran tersebut terutama bagi anda yang beraktivitas didaerah endemis DBD.

8. Gunakan perangkap nyamuk

Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue

Gambar: Wide Open Spaces

Pasang perangkap nyamuk yang bisa membunuh dan mengusir nyamuk dari rumah atau ruangan tempat anda tinggal. Anda juga bisa menggunakan spray anti nyamuk yang bisa anda semprotkan di beberapa ruangan rumah anda.

Selain itu, anda dapat membuat perangkap nyamuk yang sederhana dan terjangkau untuk ukuran rumah tangga yaitu Ovitrap. Ovitrap digunakan sebagai perangkap nyamuk yang dapat bertahan selama 2 minggu. Adapaun bahan bahan yang diperlukan cukup sederhana seperti botol bekas, air panas, gula merah dan ragi roti. Adapun cara pembuatan yaitu :

  • Siapkan botol bekas, potong bagian atas botol kira-kira seperempat dari botol tersebut
  • Siapkan gula merah dan air panas. Campurkan 50 gram gula merah dengan 200 ml air panas. Setelah itu dinginkan dan masukkan kedalam wadah botol yang telah dipotong sebelumnya
  • Tambahkan ragi kedalam botol. Sebaiknya tidak diaduk sehingga menghasilkan CO2 yang berfungsi menarik perhatian nyamuk.
  • Letakkan bagian corong botol secara terbalik kedalam separuh botol yang telah diisi air gula merah dan ragi
  • Setelah itu bungkus botol menggunakan sesuatu yang berwarna hitam seperti isolasi atau kresek berwarna hitam.
  • Setelah selesai dibungkus maka letakkan botol disudut rumah anda

9. Pasang kelambu di tempat tidur bayi

Sebaiknya ketika menjelang tidur gunakanlah kelambu sebagai wadah untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk terutama untuk bayi dan balita. Lindungi bayi dan balita anda dari gigitan nyamuk dengan memasang kelambu disekitar tempat tidurnya.

Sebaiknya anda mengutamakan bayi dan balita anda mendapatkan hal tersebut. Mengapa demikian? Karena pada dasarkanya bayi dan balita masih dalam masa pertumbuhan dan memiliki sistem imunitas yang masih kurang untuk melindungi dirinya sendiri. Oleh karena itu, bayi dan balita sangat dianjurkan untuk menggunakan kelambu saat tidur. Kelambu dapat mencegah nyamuk masuk ke dalam tempat tidur dan menggigit bayi.

10. Jangan biarkan jendela selalu terbuka

Jangan biarkan jendela selalu terbuka

Gambar: LiveJournal

Banyak dari masyarakat yang mengangkap bahwa membuka jendela merupakan salah satu cara untuk mendapatkan udara segar yang masuk kedalam rumah. Hal demikian memang benar adanya, namun sebaiknya tidak membuka jendela setiap saat.

Pastikan jendela selalu tertutup, karena jendela dan ventilasi rumah lainnya merupakan lubang masuknya nyamuk. Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya di setiap rumah memiliki ventilasi yang memadai. Jika rumah memiliki ventilasi, pasang jaring-jaring atau yang biasa disebut kawat kasa yang bisa mencegah nyamuk masuk dengan mudah ke dalam rumah.

Pencegahan yang Dapat Dilakukan oleh Pemerintah

Pemerintah juga memiliki andil dalam usaha pencegahan dan penanganan wabah demam berdarah. Berikut adalah usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh pemerintah guna mencegah mewabahnya demam berdarah :

pencegahan DBD oleh pemerintah

Pencegahan DBD yang Dapat Dilakukan Pemerintah

1. Menyelenggarakan survey lapangan

Melakukakan survey lapangan tentang faktor yang menyebabkan mewabahnya demam berdarah. Survey ini dilakukan oleh petugas dinas kesehatan setempat dan nantinya laporan ini akan ditindak lanjuti oleh pemerintah. Dikarenakan petugas Dinas kesehatan tidak memungkinkan untuk survey satu per satu rumah warga maka disetiap lingkup RT ataupun RW terdapat 1 warga suka rela yang dijadikan Juru memantau jentik (Jumantik).

Jumantik bertugas untuk mengecek jentik disetiap sudut rumah warga setelah itu nantinya akan dilaporkan ke puskesmas sehingga dapat ditangani lebih lanjut. Dengan adanya jumantik disetiap daerah diharapkan dapat menaikkan angka bebas jentik (ABJ) untuk mengurangi wabah penyakit Demam Berdarah.

2. Melakukan penelitian

Cara Mencegah DBD pada anak

Gambar: Twins.org.au

Pemerintah melalui lembaga kesehatan bisa melakukan penelitian ynag berkaitan dengan usaha-usaha pemberantasan nyamuk dan penyakit demam berdarah. Hasil penelitian ini nantinya bisa disebarluaskan kepada masyarakat. Tidak hanya itu, penelitian mengenai usaha pemberantasan nyamuk juga dilakukan oleh berbagai kalangan salah satunya yaitu dosen dan mahasiswanya.

Berbagai universitas baik fakultas yang berberak dibidang kesehatan maupun non-kesehatan berbondong-bondong melakukan suatu eksperimen untuk menghasilkan berbagai cara memberantas nyamuk. Seperti yang kita ketahui bahwa, saat ini Indonesia merupakan negara dengan angka DBD yang cukup tinggi sehingga hal inilah yang membuat banyaknya lembaga yang ingin meneliti mengenai DBD.

3. Menyampaikan kampanye mengenai DBD

Memberikan kampanye dan penyuluhan kepada warga di kelurahan atau kecamatan setempat. Kebanyakan kampanye diadakan setelah adanya kasus warga yang terjangkit wabah DBD.

Sebaiknya kampanye mengenai DBD dimasukkan kedalam agenda rutin kelurahan maupun kecamatan sehingga masyarakat yang tidak sempat menghadiri acara kampanye DBD sebelumnya dapat mengikuti acara kampanye selanjutnya. Melalui kampanye ini, petugas kesehatan dapat menjelaskan bagaimana cara mencegah demam berdarah dan penanganannya.

Selain itu, pada saat kampanye sebaiknya masyarakat tidak hanya diberi bekal penjelasan semata dari petugas kesehatan, namun juga diberikan buku saku atau buku pegangan maupun leaflet yang berisi materi materi mengenai DBD sehingga dapat mereka baca kembali dirumah.

4. Melakukan fogging

Melakukan fogging

Gambar: New York Post

Membasmi nyamuk demam berdarah dengan cara fogging atau pengasapan terbukti cukup efektif untuk membunuh nyamuk di area yang lebih luas, misalnya kompleks pemukiman. Fogging atau pengasapan dilakukan untuk pemberantasan nyamuk dewasa. Fogging biasanya dilakukan penyemprotan di lingkungan rumah menggunakan insektisida jenis malathion.

Fogging tidak dapat dilakukan sendiri dirumah, melainkan dilakukan oleh bebarapa petugas khusus mengingat bahan bahan campuran yang terkandung didalamnya. Fongging dilakukan dengan cara menyemprot atau mengasapkan menggunakan mesin asap yang dimana diharapkan dari kegiatan ini dapat membunuh nyamuk.

Apabila kegiatan fogging tidak disertai dengan bentuk pencegahan lainnya maka tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa hari kepadatan nyamuk dewasa akan meningkat. Namun, memurut beberapa penelitian bahwa fogging merupakan jalan terakhir yang dapat dilakukan untuk mencegah DBD dikarenakan asap yang terkandung didalamnya memiliki bahan-bahan kimia yang tidak sebaiknya dihirup terlalu lama.

BACA JUGA: 8 Penyebab Utama Demam Berdarah

5. Memperbanyak tenaga kesehatan

Menyediakan lebih banyak tenaga kesehatan untuk membantu penanganan kasus demam berdarah, terutama di daerah terpencil perlu dilakukan pemerintah. Kasus demam berdarah seringkali mewabah di area pemukiman yang jauh dari fasilitas kesehatan. Peran pemerintah dalam menambah dan meningkatkan fasilitas dan tenaga kesehatan amatlah penting.

Setiap tahunnya, pemerintah menambah jumlah tenaga kesehatan di Indonesia namun tetap saja belum memadai dan belum menyentuh seluruh pelosok Indonesia. Melalui kementrian kesehatan, dibentuklah sebuah tim untuk menutupi kekurangan tenaga kesehatan di berbagai pelosok Indonesia. Tim tersebut terdiri dari berbagai macam profesi kesehatan yang nantinya diharapkan dapat mengurangi masalah kesehatan di Indonesia

6. Menyiapkan dana kesehatan

Menyiapkan dana kesehatan

Gambar: 5Paisa

Selain menyediakan tenaga medis serta penelitian kesehatan yang dapat mencegah terjangkitnya wabah demam berdarah, pemerintah juga harus menyediakan dana kesehatan yang lebih besar untuk membangun sarana dan prasarana kesehatan.

Salah satu hal penting dalam terselenggaranya pelayanan kesehatan yaitu dengan adanya fasilitas sarana maupun prasarana. Untuk menunjang hal tersebut maka diperlukannya adanya anggaran dana sehingga dalam mengatasi masalah kesehatan tidak adanya keterlambatan dikarenakan fasilitas yang kurang. Tiap tahunnya, pemerintah dibawah naungan Kementrian Kesehatan mengajukan anggaran dana untuk memperbaiki masalah kesehatan di Indonesia.

7. Melepaskan nyamuk modifikasi

Meskipun di Indonesia masih belum ada, melepaskan nyamuk yang telah dimodifikasi secara genetis merupakan solusi yang cukup ampuh mencegah demam berdarah yang semakin mewabah. Nyamuk ini disebut dengan nyamuk OX513A yang kesemuanya berkelamin jantan.

Seperti yang kita ketahui bahwa hanya nyamuk betina yang menggigit dan menularkan penyakit. Maka dari itu, nyamuk jantan yang telah dimodifikasi tersebut memiliki protein yang dapat membunuh nyamuk betina setelah kawin dan hal ini diharapkan bisa mencegah berkembangnya populasi nyamuk.

8. Melakukan kampanye melalui TV

Melakukan kampanye melalui TV

Gambar: Intent Blog

Saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi sangatlah pesat sehingga masyarakat dengan mudahnya akan mendapatkan informasi baik melalui elektronik maupun surat kabar. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengkampanyekan DBD yaitu melalui iklan TV dikarenakan masyarakat saat ini hampir seluruhnya telah memiliki TV dan TV merupakan tontonan sehari-hari.

Mengkampanyekan cara mencegah demam berdarah melalui media komunikasi seperti TV dalam bentuk iklan layanan masyarakat perlu diterapkan oleh pemerintah. Cara ini terbukti cukup ampuh guna menyadarkan mayarakat betapa pentingnya mencegah demam berdarah yang kian mewabah.

Penutup

Demikian penjelasan mengenai cara mencegah demam berdarah (DBD) yang ampuh dan efektif. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta pola hidup yang sehat dapat menghindarkan kita dari infeksi virus dengue yang menyebabkan demam berdarah.