11 Gejala DBD (Demam Berdarah Dengue) Ini Jangan Pernah Anda Remehkan!

Demam berdarah dengue atau dikenal juga dengan sebutan DBD adalah salah satu penyakit menular yang biasanya terjadi pada musim hujan. Demam berdarah disebabkan oleh infeksi salah satu dari 4 virus dengue (Tipe 1, 2 , 3, dan 4 ) dari family Flaviviridae yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty.

Demam berdarah ditandai dengan rendahnya kadar trombosit atau keping darah dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena virus dengue menyerang sumsum tulang belakang yang memrpoduksi trombosit. Kadar trombosit pada pasien demam berdarah kurang dari 100.000. Rendahnya trombosit menyebabkan darah tidak dapat mempertahankan kekentalannya sehingga darah dapat keluar melalui pori – pori kulit dan menyebabkan pendarahan.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), demam berdarah adalah salah satu penyakit yang cukup fatal dan memiliki angka kematian yang cukup tinggi, yakni dengan 30 kematian diantara 100 kasus. Demam berdarah dikategorikan sebagai penyakit yang paling cepat menular dan menyebar di dunia.

[toc]

Kasus Demam Berdarah di Indonesia

Pada tahun 2007, angka kasus demam berdarah di Indonesia mencapai 150.000, dengan 25.000 kasus dilaporkan berasal dari Jakarta dan Jawa Barat. Kasus tersebut merupakan angka tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah penularan penyakit demam berdarah di dunia.

Nyamuk Aedes aegepty banyak hidup di lingkungan dengan iklim tropis, itulah mengapa Indonesia menjadi salah satu negara yang paling beresiko terjangkit demam berdarah. Berikut adalah tabel penderita demam berdarah pada rentang tahun 1955 – 2007.

grafik demam berdarah

Tabel diatas menunjukkan jumlah penderita demam berdarah yang cenderung meningkat setiap tahun. Peningkatan jumlah kasus penderita demam berdarah khususnya di Indonesia biasanya dikarenakan lambatnya penanganan kasus demam berdarah karena kesulitan menentukan diagnosa berdasarkan gejala yang timbul.

Gejala Demam Berdarah

Jika nyamuk Aedes aegepty menghisap darah seseorang, ia akan mentransfer virus dengue ke dalam tubuh orang tersebut. Selanjutnya virus yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami masa inkubasi selama 3-10 hari. Mulanya sebagian besar pasien demam berdarah justru tidak menunjukkan gejala apapun atau hanya mengalami demam ringan pada awalnya.

Gejala demam berdarah terkadang memang sulit dikenali dan seringkali dokter salah mendiagnosa gejalanya sebagai penyakit lain seperti tipes. Agar pasien demam berdarah tidak mengalami keterlambatan dalam penanganan, ada baiknya kita mengenali gejala – gejala yang spesifik ditimbulkan oleh infeksi virus demam berdarah. Berikut adalah gejala yang biasanya dialami oleh pasien demam berdarah :

gejala demam berdarah

Tanda dan Gejala Demam Berdarah

1. Demam tinggi

Demam adalah salah satu indikasi seseorang mengalami gangguan dalam tubuhnya termasuk saat virus dengue menjangkiti tubuh seseorang. Sebenarnya, demam merupakan mekanisme alami kekebalan sebagai tanda bahwa tubuh sedang memberikan perlawanan terhadap infeksi pathogen. Tubuh akan meningkatkan temperatur maksimal untuk mematikan pathogen virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Umumnya, penderita DBD akan mengalami demam tinggi mendadak tanpa sebab dan berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Demam tinggi tersebut dapat menyebabkan kejang-kejang, sakit kepala, anoreksia, nyeri tulang dan keluhan lainnya. Demam pada penderita DBD sangat diwaspadai dikarenakan suhu tubuh yang tiba-tiba mengalami penurunan disertai dengan gangguan lainnya yang bervariasi.

Pada penderita demam berdarah akan terjadi dalam beberapa fase yang biasanya dikenal sebagai fase pelana kuda. Pada fase pertama, biasanya terjadi pada tiga hari setelah masa inkubasi. Pasien akan mengalami demam yang sangat tinggi hingga temperatur tubuh mencapai 40 derajat celcius.

Pada fase kedua demam akan turun, namun meskipun demam turun, fase ini adalah fase yang kritis dan berbahaya karena biasanya pasien atau keluarganya akan menganggap dirinya telah sembuh dan mnegakibatkan terlambatnya penanganan demam berdarah. Fase ketiga adalah fase penyembuhan dimana tubuh kembali mengalami demam tinggi dan kadar trombosit mulai meningkat.

2. Sakit Kepala

sakit kepala

Gambar: Reader’s Digest

Pasien demam berdarah juga biasanya mengalami sakit kepala hebat. Sakit kepala merupakan salah satu tanda atau gejala suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Pada saat tubuh terinfeksi virus, sistem kekebalan tubuh akan memproduksi interferon dan zat kimia lain yang dapat memicu timbulnya rasa sakit di kepala. Penderita demam berdarah biasanya mengalami sakit kepala yang luar biasa sakit dibagian dahi.

Apabila anda mengalami sakit kepala dan demam disaat yang bersamaan terutama untuk anak dan dalam jangka waktu yang lama maka segerlah membawanya ke dokter untuk dilakukan tindakan pengobatan. Mengapa demikian? Karena anak memiliki sistem imunitas yang belum cukup untuk dapat melindungi dirinya dari serangan berbagai virus.

3. Mual

Apabila seseorang mengalami mual maka sangat erat kaitannya dengan terinfeksi virus atau bakteri pada tubuh. Gejala lain yang ditimbulkan oleh infeksi virus dengue adalah mual atau dalam istilah medis disebut nausea. Saat virus menginfeksi tubuh, lambung biasanya akan mengeluarkan lebih banyak asam lambung sebagai respon kekebalan tubuh. Naiknya asam lambung menyebabkan mual dan perasaan ingin muntah.

Gejala mual akan dirasakan pada hari kedua sampai hari ke tujuh setelah terinfeksi virus dengue. Mual pada penderita DBD akan hilang secara perlahan sesuai dengan kondisi tubuh setelah melalui pengobatan intensif untuk menghilangkan infeksi virus dengue.

4. Sakit perut

sakit perut

Gambar: Today.com

Pasien demam berdarah juga akan mengalami rasa sakit pada perut yang berasal dari luka yang disebabkan oleh infeksi pada ulu hati. Selain itu, sakit perut pada penderita demam berdarah juga dapat disebabkan oleh terinfeksinya bagian bawah perut sehingga menyebabkan pembesaran pada hati dan terjadi peregangan dan terjadilah sakit perut.

Apabila pasien demam berdarah adalah anak-anak maka dapat dilakukan penekanan pada ulu hati dan perut bagian bawah perut untuk mengetahui nyeri perut dikarenakan anak belum dapat mengeluh secara pasti apa yang mereka tengah rasakan. Biasanya pasien demam berdarah justru akan merasakan sakit perut yang hebat sebelum mengalami pendarahan.

Penderita demam berdarah biasanya mengalami sakit perut dibagian sebelah kiri. Walaupun penderita telah dinyatakan sembuh dari demam berdarah namun, ada beberapa yang masih merasakan sakit perut sebagai efek samping setelah di diagnosis demam berdarah.

5. Muntah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa infeksi virus dengue dapat meningkatkan kadar asam dalam lambung yang mengakibatkan mual dan muntah. Mual yang dialami penderita demam berdarah diakibatkan kadar asam lambung yang tinggi mengakibatkan pasien muntah dimana akan berdampak pada nafsu makan pasien.

Muntah pada pasien demam berdarah merupakan kejadian umum bagi penderitanya dimana diakibatkan oleh virus dengue yang mulai menyebar ke bagian bagian tubuh lainnya.

6. Nyeri Otot

nyeri otot

Gambar: Dr. Homeo

Sama halnya dengan penyakit malaria, nyeri otot juga merupakan salah satu gejala demam berdarah. Pada saat tubuh terinfeksi virus maka sistem kekebalan akan meningkatkan produksi sel yang akan menghasilkan cytokine, histamin dan protein lainnya untuk menangkal kerusakan dan mengalahkan infeksi tersebut.

Sel-sel tersebut akan diproduksi didalam sum-sum tulang belakang. Akan tetapi, bila kadar sel tersebut terlalu tinggi dapat menyebabkan nyeri pada otot terutama pada pasien demam berdarah.

Seseorang yang menderita demam berdarah akan merasakan nyeri otot terutama dibagian tendon dan otot perut apabila ditekan. Oleh sebab itu, pemeriksaan dapat dilakukan dengan menekan bagian tendon atau perut untuk melakukan diagnosis awal.

7. Bercak atau Ruam Merah

ruam

Gambar: NHS Beta Homepage

Demam, sakit kepala, dan ruam merah adalah tiga gejala utama demam berdarah. Ruam merah biasanya muncul pada kulit pasien saat tubuh berada dalam fase pertama demam tinggi. Biasanya ruam tersebut muncul pada area wajah, leher dan dada yang kemudian bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Ruam akan terlihat selama beberapa jam setelah itu akan hilang dan muncul lagi pada hari ke tiga hingga hari ke enam di lengan dan kaki hingga ke seluruh tubuh. Pada saat suhu tubuh kembali normal maka ruam akan menghilang dan bekasnya terasa gatal. Ruam atau bercak merah biasanya tidak jelas terlihat apabila yang menderita demam berdarah adalah orang dewasa.

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk melihat dengan jelas apakah terdapat raum atau tidak yaitu dengan melakukan tes tourniquet. Tes tourniquet atau yang juga dikenal Rumpel-Leede merupakan tes untuk melakukan diagnosis kerapuhan kapiler dimana dengan tes ini nantinya dapat ditentukan kecenderungan perdarahan pada pasien. Tes ini biasanya digunakan untuk melihat ada tidaknya bercak atau ruam merah pada pasien sebagai salah satu gejala demam berdarah.

8. Diare

diare

Gambar: Health.next.hk

Diare dapat menjadi salah satu gejala akibat infeksi virus dengue, meskipun jarang ditemukan pasien demam berdarah yang mengalami gejala ini. Berdasarkan penelitian, hanya 6 % dari pasien demam berdarah mengalami diare.

Infeksi virus dengue dapat menyebabkan masalah pada pencernaan dan penyerapan air pada usus besar sehingga penderita demam berdarah mengalami diare. Diare pada pasien demam berdarah terjadi dikarena virus dengue telah menyebar hingga saluran pencernaan. Walau hanya sebagian pasien demam berdarah yang menderita diare, namun harus selalu waspada.

9. Gusi Berdarah

Disebut demam berdarah karena penyakit ini dapat menyebabkan pendarahan pada beberapa bagian tubuh, salah satunya adalah gusi. Pada saat tubuh terinfeksi virus dengue, pembuluh darah menjadi sangat rentan dan bisa dengan mudah pecah dikarenakan rendahnya permeabilitas dinding pembuluh darah.

Pasien demam berdarah biasanya disarankan untuk tidak menggosok gigi, atau menyentuh gusi dengan tusuk gigi. Pasien demam berdarah yang mengalami perdarah gusi biasanya berada pada fase yang terbilang parah.

10. Kehilangan Nafsu Makan

Kehilangan Nafsu Makan

Gambar: MomJunction

Beberapa orang akan mengalami kehilangan nafsu makan ketika kondisi badan sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Salah satu gejala demam berdarah pada orang dewasa yaitu hilangnya nafsu makan.

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa seseorang yang menderita demam berdarah dikarenakan infeksi virus dengue akan mengalami mual dan muntah. Hal tersebut dapat terjadi karena meningkatnya kadar asam lambung didalam darah sehingga membuat nafsu makan menjadi berkurang atau tidak nafsu makan sama sekali.

Namun, untuk menunjang kesehatan dan agar segera pulih maka pasien dianjurkan untuk tetap makan walaupun tidak memiliki nafsu makan sama sekali guna untuk menambah energi dan mempertahankan tubuh untuk tidak kekurangan asupan gizi.

11. Sakit Tenggorokan

Salah satu gejala demam berdarah selanjutnya yaitu rasa sakit pada tenggorokan. Sakit tenggorokan terjadi akibat infeksi saluran pernafasan bagian atas. Sakit tenggorokan sering kita jumpai ketika sedang mengalami demam.

Namun, apakah hubungan antara demam berdarah dan sakit tenggorokan? Tentu saja memiliki hubungan dimana seseorang yang mengalami demam akan merasakan sakit pada tenggorokannya diakibatkan bakteri atau virus yang telah menjalar hingga ke tenggorokan.

Sama halnya dengan demam berdarah dikarenakan virus dengue yang mulai menjalar ke tenggorokan sehingga terjadilah infeksi pada saluran pernafasan. Karenanya, apabila anda mengalami sakit tenggorokan dan dalam jangka waktu yang lama maka segeralah periksakan diri ke dokter untuk mencegah semakin luasnya perkembangan virus di dalam tubuh.

Penutup

Jika seseorang mengalami satu atau beberapa gejala diatas, ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penangan yang tepat. Pada saat terkena demam, sebaiknya pasien diberi paracetamol atau obat pereda demam yang lain. Hindari memberikan aspirin atau dispirin pada pasien yang mengalami demam akibat infeksi virus dengue.

Ingatlah bahwa penting bagi pasien untuk selalu menjaga kadar cairan dalam tubuh dengan meminum cukup air atau larutan ion. Usahakan pasien mendapat istirahat yang cukup untuk mempercepat proses penyembuhan.