8 Penyebab DBD / Demam Berdarah yang Patut Kita Cegah Sejak Dini

Indonesia masih menjadi Negara endemis penyakit demam berdarah. Masih banyak masyarakat yang tidak tahu akan penyebab DBD (Demam Berdarah Dengue) dan bahkan tidak perduli. Masyarakat akan sadar ketika ada salah satu kerabat atau pun masyarakat melihat secara langsung kejadian demam berdarah. Oleh karena pentingnya pengetahuan mengenai demam berdarah sehingga masyarakat wajib mengetahui penyebab dari demam berdarah.

Penyebab paling utama demam berdarah yaitu nyamuk aedes aegypti. Apabila seseorang digigit nyamuk dan nyamuk tersebut telah terinfeksi virus aedes aegypti maka kemungkinan besar orang tersebut akan menderita demam berdarah. Namun selain itu ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan demam berdarah.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa penyebab atau faktor risiko seseorang akan terkena penyakit demam berdarah. Dari artikel ini diharapkan masyarakat mampu menambah pengetahuan sehingga menekan angka kejadian demam berdarah.

[toc]

A. Penyebab DBD / Demam Berdarah

1. Umur

Ventilasi rumah

Gambar: Supernanny Wiki

Salah satu faktor penyebab DBD atau demam berdarah yaitu umur. Menurut beberapa penelitian bahwa anak-anak lebih rentan terkena demam berdarah dibandingkan orang dewasa. Kebanyakan anak-anak memiliki aktivitas didalam rumah sehingga lebih rentan untuk kontak langsung dengan nyamuk, beda halnya dengan orang dewasa yang lebih banyak melakukan aktivitas diluar rumah.

Selain itu, anak-anak belum memiliki system imun atau kekebalan tubuh yang lebih untuk dapat bertahan dari serangan virus demam berdarah. anak akan rentan terkena demam berdarah pada usia rata-rata kurang dari 12 tahun.

2. Tempat Penampungan Air

Hampir seluruh rumah masyarakat pastinya memilki kontainer sebagai tempat penampungan air. Salah satu penyebab DBD atau demam berdarah yaitu adanya container atau tempat penampungan air. Hal ini dapat dibuktikan setiap kali petugas kesehatan mendatangi rumah masyarakat ditemui banyaknya jentik di tempat penampungan air.

Tempat penampungan air dapat menjadi sarang jentik yang kemudian menjadi nyamuk dewasa dan dapat menyebabkan demam berdarah. Oleh karena itu, untuk anda yang memilki tempat penampungan air, sebaiknya jangan dibiarkan terbuka melainkan menutupnya ketika selesai digunakan. Tidak hanya itu, jangan lupa untuk mengurasnya sehingga mencegah jentik untuk berkembangbiak.

3. Mobilitas Penduduk

Mobilitas Penduduk

Gambar: IlmudanInfo

Bagi sebagian orang berpindah-pindah lokasi tempat kerja adalah tuntunan pekerjaan dan sudah menjadi hal biasa. Namun, tahukah anda bahwa mobilitas merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam penyebaran demam berdarah?

Seseorang yang dahulunya bertempat tinggal didaerah endemis demam berdarah lalu pindah tempat tinggal maka bisa saja terjadi penularan. Semakin tinggi mobilitas maka semakin besar kemungkinan penyebaran penyakit demam berdarah.

4. Keberadaan Jentik

Jentik merupakan awal mula nyamuk dewasa, semakin banyak jentik maka semakin banyak pula nyamuk dewasa dan semakin besar pula risiko penularan virus demam berdarah.

Keberadaam jentik merupakan salah satu gerbang utama seseorang menderita demam berdarah. Oleh karena itu upayakan untuk selalu menjaga kebersihan dan membersihkan tempat-tempat yang memungkinkan keberadaan jentik.

5. Kebiasaan Menggantung Pakaian

penyebab DBD (Demam Berdarah Dengue)

Gambar: Sinarharapan

Hampir semua rumah memiliki pakaian yang digantung baik itu didalam kamar maupun diluar kamar. Namun, perlu anda ketahui bahwa menggantung pakaian merupakan media yang disenangi oleh nyamuk aedes aegypti selaku nyamuk yang menularkan virus demam berdarah.

Nyamuk menyukai tempat-tempat yang berserakan seperti halnya gantungan pakaian yang dipenuhi oleh pakaian sehingga membuat nyamuk merasa nyaman dan menjadikannya tempat untuk berkembangbiak bahkan untuk bertelur.

6. Suhu

Berhasil tidaknya nyamuk aedes aegypti berkembangbiak dapat ditentukan oleh tempat nyamuk tersebut berkembangbiak. Selain itu, temperature, suhu juga mempengaruhi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

Nyamuk aedes aegypti sangat rentang terhadap suhu udara. Telur nyamuk akan mengalami embriosasi ketika suhu udara mencapai 25-300C dan akan berkembang didalam air pada suhu 20-300C. Telur akan menetas didalam air pada suhu 160C.

7. Ventilasi rumah

Ventilasi rumah

Gambar: Jakarta Partisi Kantor

Salah satu ciri rumah dikatakan sehat ketika rumah tersebut memiliki ventilasi sehingga udara dapat masuk kedalam rumah. Pada umumnya, rumah yang memiliki lubang ventilasi akan memiliki risiko lebih rendah terkena demam berdarah dibandingkan rumah yang sama sekali tidak memiliki ventilasi.

Ventilasi rumah bermanfaat untuk masuknya udara kedalam rumah. Untuk mencegah nyamuk agar tidak masuk kedalam rumah maka digunakan kawat kasa pada ventilasi rumah. Kualitas suatu rumah dikatakan sehat apabila memiliki lubang ventilasi yang terpasang jarring-jaring kawat kasa.

8. Tidak melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

Masyarakat di Indonesia memiliki kesadaran yang rendah mengenai banyakya penyakit di sekitar lingkungan mereka yang setiap saat dapat menyerang tanpa memeprdulikan kondisi seseorang. Kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam timbulnya suatu penyakit.

Untuk menekan angka Demam berdarah, pemerintah telah menggalangkan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk yang dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat. Walaupun pemerintah telah mensosialisasikan PSN diberbagai media, namun kesadaran dan partisipasi masyakarat maupun individu masih kurang sehingga tujuan dari PSN tidak terlaksana dengan maksimal.

B. Hubungan Antara Musim Hujan dan Demam Berdarah

penyebab dbd pada anak

Gambar: Thesun.co.uk

Selama ini tidak dapat dipungkiri bahwa angka kejadian demam berdarah akan bertambah bila musim hujan telah datang. Menurut info datin kementrian kesehatan menyatakan bahwa kasus cenderung akan meningkat pada musim penghujan yaitu pada bulan desember hingga maret dan akan menruun pada musim kemarau yaitu pada bulan juni hingga September.

Di Indonesia sendiri penyakit demam berdarah akan selalu meningkap pada awal musim hujan dan akan menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Musim hujan akan meningkatkan transmisi penyakit yang diakibatkan oleh virus dengue dimana virus tersebut merupakan penyabab utama demam berdarah. Apabila musim hujan datang maka akan ditemukan banyak genangan air dimana genangan air tersebut merupakan tempat berkembangbiaknya nyamuk.

Tersedianya air menyebabkan telur nyamuk akan menetes dan setelah 10 hingga 12 hari akan menetas menjadi nyamuk dan apabila pada nyamuk tersebut terinfeksi virus dengue maka dalam waktu 4 hingga 7 hari akan timbul gejala demam berdarah.

C. Nyamuk DBD Suka Air Bersih dan Pakaian Hitam

penyebab demam berdarah

Gambar: PestWorld.org

Air bersih, jernih dan dangkal dijadikan nyamuk aedes aegypti terutama induknya sebagai tempat hidup dan berkembangbiak. Ketika nyamuk aedes aegypti telah memasuki waktu untuk bertelur maka mereka akan mencari tempat-tempat yang terdapat air bersih seperti air yang tergenang di permukaan tanah maupun tempat penampungan air.

Selain air bersih, nyamuk aedes aegypti juga tertarik pada pakaian berwarna gelap seperti halnya pakaian warna hitam dimana dengan pakaian gelap maka nyamuk akan mudah menggigit kulit dikarenakan mudahnya nyamuk menembus lapisan bahan pakaian yang tipis.

***

Demam berdarah masih menjadi penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia terutama anak-anak. Apabila musim penghujan telah tiba maka waspadalah terhadap berbagai penyebab penyakit demam berdarah.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia perlu dan sangat penting untuk mengubah perilakunya baik untuk individu maupun dalam kelompok. Perilaku merupakan salah satu faktor penting dalam hal menunjang kehidupan terutama kesehatan.