Dianggap Buat Rugi Negara, Mahfud MD Kritik Tata Kata Anies Baswedan

Anies Baswedan Mahfud MD
Anies Baswedan Mahfud MD - Doc. Pemprov DKI Jakarta dan Twitter @muhmahfudmd

Keputusan Anies Baswedan untuk menerapkan PSBB total Jakarta membuat Mahfud MD melayangkan kritik tajam. Mahfud MD menyebut pernyataan Anies membuat negara rugi besar.

PSBB Total Buat Rugi Negara

Anies Baswedan DKI Jakarta PSBB Total
Anies Baswedan (Doc. Pemprov DKI Jakarta)

Sesaat setelah pengumuman PSBB total oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto menyebut IHSG langsung anjlok ke level 4.961. Seperti dilansir dari Detik.com, Menteri Koordinator Polhukam, Mahfud MD langsung membuat pernyataan bahwa tata kata yang digunakan Anies dalam mengumumkan karantina wilayah ketat menjadi penyebab anjloknya IHSG sebab mengejutkan perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Jakarta PSBB Total, Anies Baswedan Siapkan Bansos untuk Warga DKI

“Sebenarnya cuma kata atau istilah ‘PSBB total’ seakan-akan (itu hal baru) dan secara ekonomi mengejutkan. Menurut para ahli (ekonomi), kemarin itu (saat pengumuman PSBB total Jakarta), hanya beberapa jam, pagi-pagi jam 11.00 WIB negara sudah rugi Tp 300 triliun atau Rp 297 triliun karena pengumuman itu. Padahal itu perubahan kebijakan saja, wong sebelumnya juga PSBB mengatakan bioskop akan dibuka, tempat hiburan dan lain-lain kan hanya seperti itu. Karena ini tata kata bukan tata negara,” tegas Mahfud MD.

Sebenarnya PSBB Tak Salah

Kendati demikian, Mahfud MD mengatakan bahwa tak ada yang salah dengan kebijakan PSBB ketat seper. Hanya saja pemilihan kata yang digunakan Gubernur DKI Jakarta sepeti “Rem Darurat” seakan memberi kejut kepada masyarakat. Alhasil memberi dampak pada perekonomian negara.

“Ya akibatnya (penggunaan tata kata yang kurang tepat sehingga) kacau balau begitu,” pendapatnya.

Tinggalkan Balasan