Tak Kunjung Paham Diajari Matematika, Ibu Ini Pukuli Sang Anak Dengan Selang

Proses pemeriksaan Ibu yang Pukuli Anak di Malang
Proses pemeriksaan Ibu yang Pukuli Anak di Malang

Kegiatan belajar online di rumah, bagi sebagian orang tua mungkin menjadi tambahan pekerjaan baru yang bikin stres. Belum lagi, orang tua yang memang harus bekerja dan kemudian waktu istirahatnya terpotong guna mendampingi anaknya belajar. Tak jarang, karena stres yang berlebih ini, kasus ibu pukuli anak ini pun terjadi. 

Seperti yang terjadi di daerah Turen, Kabupaten Malang di mana seorang ibu yang tega pukuli sang anak saat mendampinginya belajar.

Diduga sang anak tidak kunjung paham dengan pelajaran matematika yang diajarkan, membuat sang ibu naik pitam karena tak dapat menahan emosi. Berkali-kali anaknya dicambuk menggunakan selang, hingga menangis.

Baca Juga : Edo Kondologit Mengamuk Sang Adik Meninggal di Tahanan

Peristiwa itu pun terekam oleh kamera handphone salah seorang tetangganya, yang kemudian diunggah di media sosial yang kemudian menjadi viral. Video itu pun mendapatkan perhatian dari masyarakat, dan memicu kemarahan kepada sang ibu yang dianggap tidak telaten dalam mendidik anaknya. 

Viralnya video ibu memukuli anaknya karena tak kunjung paham pelajaran matematika itu pun sampai di tangan petugas kepolisian. Pihak Polres Malang turun tangan dan melakukan penyelidikan atas kasus pemukulan ibu ke anak tersebut. 

Proses penyelidikan pun terus berlanjut, dan pihak kepolisian masih belum bisa menentukan apakah kasus itu akan dilanjutkan ke meja hijau atau akan berakhir dengan proses kekeluargaan. Pihak kepolisian mengaku akan lebih dalam memeriksa pihak terkait, termasuk juga bekerja sama dengan pemerintah desa setempat.

Polisi mengaku telah memeriksa anak tersebut, ibu yang menjadi pelaku pemukulan, ayahnya serta tetangga sekitar. Lebih lanjut pihaknya tidak bisa menyamakan kasus pemukulan itu dengan aksi kekerasan pada umumnya. Pasalnya, dari hasil penyelidikan, diketahui aksi pemukulan itu tidak dilakukan secara berulang dan baru sekali ini dilakukan.

Baca Juga : Kontroversi Kata Anjay, Awal Mula dan Akhirnya Lutfi Agizal Minta Maaf

Dari observasi saat keduanya diamankan di kantor, sebenarnya masing-masing masih saling menyayangi. Terbukti saat di kantor polisi sang anak terlihat menangis dan coba didiamkan di pangkuan sang ibu. 

Oleh karena itu, pihak kepolisian belum bisa memutuskan apakah peristiwa itu merupakan tindak pidana atau hanya karena emosi sesaat saja. Jikapun dilakukan penahanan, justru akan memberikan dampak merugikan bagi mental si anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here