Kenali 7 Gejala Tipes Berikut Ini Sebelum Terlambat dan Berakibat Fatal!

Tipes merupakan jenis penyakit yang sering dijumpai dikalangan masyarakat. Tipes atau yang biasa disebut demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella jenis salmonella typhi yang dimana bateri tersebut menyerang saluran pencernaan. Bakteri salmonella typhi sebagian besar berasal dari minuman/makanan yang telah tercemar sebelumnya.

Demam tifoid atau yang biasa dikenal tipes pada tahun 2000 diperkirakan telah menyebabkan 21,6 juta kasus dengan 216.500. Di Indonesia penderita demam tifoid banyak dijumpai pada usia 13-19 tahun.

Demam tifoid termasuk dalam kategori penyakit menular dimana penularannya sangat cepat dan mudah sehingga dapat menyebabkan timbulnya wabah. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat mengetahui gejala-gejala apa saja yang merupakan tanda seseorang menderita tipes.

[toc]

Gejala Tipes

Meskipun bakteri yang masuk dalam tubuh dapat diserang oleh sistem kekebalan tubuh, terkadang bakteri masih dapat hidup dan melanjutkan perkembangbiakannya. Bakteri tersebut nantinya akan menyebabkan munculnya berbagai gejala. Berbagai gejala tersebut biasanya akan nampak dalam 10-14 hari setelah bakteri menginfasi tubuh. Berikut adalah gejala tipes yang perlu anda ketahui:

Tanda dan gejala tipes

Tanda dan gejala tipes

1. Demam

Demam adalah salah satu gejala penyakit yang universal, yang terjadi karena peningkatan suhu sebagai reaksi dari infeksi yang terjadi dalam tubuh. Pada pasien tipes biasanya demam akan terjadi selama 7 – 10 hari atau dapat berlangsung selama 3 minggu terutama pada malam hari.

Pada minggu pertama, suhu tubuh penderita tipes akan mengalami naik turun, pada pagi hari akan menurun dan akan meningkat lagi pada malam hari. Pada minggu kedua penderita masih mengalami demam dan pada minggu ketiga suhu tubuh penderita tipes akan berangsur-angsur turun dan normal pada akhir minggu ketiga.

Demam dapat terjadi karena bakteri yang berkembang biak dalam tubuh memicu sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan sel pirogen yang berpengaruh terhadap termostat atau pengatur suhu tubuh. Sel tersebut akan memicu kenaikan temperatur tubuh dengan maksud untuk mematikan bakteri, sehingga tubuh akan mengalami demam tinggi.

2. Sakit kepala

Gejala dan tanda Tipes

Image: Daily Mirror

Penderita tipes tidak hanya mengalami demam, namun diiringi oleh rasa sakit kepala di salah satu bagian atau salah satu sisi kepala (migraine). Infeksi bakteri dapat menyebabkan peradangan hebat pada tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh membentuk suatu protein yang disebut histamin. Histamin dapat memicu kontraksi dan penyempitan pembuluh darah di otak, sehingga menyebabkan penderita mengalami sakit kepala hebat.

Sakit kepala yang dialami oleh penderita tipes akan berlangsung selama 4 hingga 72 jam dan sakit kepala menyerang hingga bagian leher. Intensitas serangan sakit kepala penderita tipes biasanya tidak terlalu berat.

3. Tidak nafsu makan

Berbagai gejala yang ditimbulkan seperti mual, muntah dan nyeri perut akan membuat penderita tipes kehilangan selera makan. Tidak hanya penderita tipes, namun kebanyakan orang yang sedang merasa tidak enak badan akan mengalami kehilangan nafsu makan.

Seorang penderita tipes akan mengalami kehilangan nafsu makan terutama karena terinfeksi bakteri yang membuat sang penderita kurang nyaman sehingga berujung pada kelelahan dan enggan untuk mengkonsumsi makanan.

Apabila hal tersebut terjadi, maka penderita tipes harus tetap mendapatkan asupan makanan untuk tetap mendapatkan asupan energi. Pemberian cairan infus dan makanan yang lunak dapat membantu pasien untuk memenuhi nutrisi selama demam tipes berlangsung.

4. Sakit perut

perut sakit

Image: Naturally Daily

Nyeri yang dirasakan seseorang dibagian perut sangatlah tidak nyaman dan mengganggu. Apabila sesorang merasakan nyeri pada perutnya maka diagnosis penyakit akan berbeda-beda. Salah satu gejala tipes yaitu penderitanya akan mengalami nyeri pada perut.

Penderita tipes biasanya akan mengalami nyeri perut yang hebat yang disebabkan oleh splenomegali atau pembesaran limpa serta ulu hati yang disebabkan oleh peradangan akibat infeksi bakteri.

Biasanya penderita tipes akan merasakan gejala sakit perut yang seperti ditusuk-tusuk dan terjadi di bagian perut sebelah kiri dikarenakan infeksi bakteri yang terjadi di usus halus. Kondisi ini akan bertambah parah apabila pasien tidak segera ditangani.

5. Mual dan muntah

Muntal dan muntah juga merupakan salah satu gejala tipes. Saat terjadi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi, organ hati yang berfungsi menawarkan racun akan membesar dan mengalami pembengkakan sehingga menekan lambung dan usus.

Kondisi ini menyebabkan penderita mengalami mual bahkan jika disertai dengan kadar asam lambung yang tinggi, kemudian menyebabkan makanan yang masuk kedalam tubuh akan dikeluarkan kembali yang menyebabkan penderita akan muntah – muntah dan jika tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal. Hal inilah yang membuat nafsu makan penderita tipes hilang dan menjadi tidak berselera.

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi muntah dan mual pada penderita tipes yaitu usahakan makan sedikit namun dengan frekuensi yang sering, makan-makanan yang mudah dicerna serta meminum obat-obatan yang telah diresepkan dokter.

6. Bintik merah

bintik merah

Image: Lifealth.com

Sama seperti demam berdarah, pada kulit pasien tipes juga akan timbul temuan roseola yaitu bintak kemerahan atau bercak atau ruam merah. Hal ini disebabkan karena adanya emboli basil atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat berupa gelembung udara.

Pada umumnya bintik merah mulai bermunculan pada hari ketujuh masa terinfeksi dan berlangsyng selama 5 hari setelah itu bintik merah tersebut akan menghilang. Biasanya bintik merah pada penderita tipes cenderung akan sangat terlihat pada mereka yang berkulit putih. Bintik merah akan terlihat berwarna merah tua dengan ukuran 2-4 mm dan sering timbul pada bagian perut, lengan atas dan dada.

7. Diare

Diare sering menyertai pasien demam tipes, dikarenakan sifat bakteri Salmonella thypi yang menyerang saluran pencernaan cenderung menghambat penyerapan cairan di dalam usus dan menyebabkan tinja menjadi cair.

Diare pada pasien penderita tipes akan berlangsung lebih sering pada akhir minggu pertama terinfeksi. Pada minggu kedua diare akan berlangsung lebih sering dan berwarna gelap akibat terjadinya perdarahan dan berangsur membaik setelah memasuki akhir minggu ketiga.

Diare setelah mengkonsumsi makanan memang sering terjadi entah itu berasal dari kuman, virus maupun karena faktor hygine sanitasi dalam memproduksi makanan. Namun, apabila diare berlangsung secara terus menerus disertai gejala lainnya maka segeralah berobat ke dokter.

Penutup

Demikianlah paparan mengenai gejala-gejala timbulnya penyakit tipes. Setelah mengetahui gejala-gejala diatas diharapkan anda menjaga perilaku dan hygine sanitasi lingkungan anda.

Selain itu, tetaplah waspada dan menjaga makanan yang anda konsumsi setiap harinya serta tidak lupa mencuci tangan sebelum dan setelah makan untuk menghindari masuknya bakteri kedalam tubuh melalui makanan. Apabila sudah terlanjut terinfeksi maka segeralah periksakan diri anda kedokter.